Nasib Buruk

1.7K 77 1
                                    

Gavin Pov

Saat ini gue udah siap untuk berangkat ke sekolah dan memulai MPLS hari pertama. Saat ini waktu baru menunjukkan jam 06.05 dan matahari juga belum bersinar terang. Gue sengaja untuk berangkat lebih awal biar gue ga telat karena ini masih MPLS dan kalau gue telat pasti akan dapat hukuman dan sudah pasti Kak Frandi akan mempermaluin gue di depan umum. Jadi untuk ngehindari semua itu gue harus berangkat pagi-pagi.

"Ma... aku berangkat dulu ya" ucapku sambil menyalim tangan mama.

" iya nak, Hati-hati"

Sepeda motor ku terus melaju dijalanan yang sudah mulai ramai oleh kendaraan-kendaraan lain. Hanya selang berapa menit gue udh masuk ke dalam halaman sekolah tercinta ini. Gue menuju ke arah parkiran namun lagi-lagi parkiran di depan penuh jadi gue harus parkir di belakang.

"Udah dateng cepat tetap aja parkir di belakang" gerutuhku.

Aku melangkahkan kaki ini menuju kelas yang berada di lantai 3. Dikelas sudah ada beberapa orang yang datang termasuk dengan yasya. Namun semuanya hanya diam di tempat mereka masing-masing karena masih canggung mungkin.

"Hai vin" sapa yasya yang sudah berada di bangku sebelahku.

"Iya"

"Perlengkapan buat mpls lo gimana? Udah siap?"

"Udah dong"

"Mantapp"

"Eh itu teman sebangku loh udah dateng tuhh, gue pergi ya" ucap yasya saat melihat seorang cewe berjalan kearahku.

"Oke..."

Saat ini semua siswa sudah datang namun suasana di kelas masih sangat sunyi ga ada satupun yang bergerak dari bangku masing-masing, palingan hanya ngomong dengan teman sebangku.

"Kringgg....kringgg" suara bel pun sudah terdengar.

Tak lama setelah bel berbunyi ketiga senior yang jaga di kelas gue sudah masuk, ya termasuk Kak Frandi. Entah mengapa pandangan ini tak bisa lepas dari kak Frandi.

"Selamat pagi adek-adek" ucap kak frandi dengan suaranya yang berat.

Aku masih tetap memperhatikan kak Frandi yang sudah berdiri di depan kelas. Merasakan ada seseorang yang menatapnya, kak Frandi menoleh ke arah gue dengan tatapan yang tajam. Sontak gue langsung tunduk dan ga berani lagi menatapnya.

"Semua perlengkapan selama MPLS sudah siap?"

"Sudah kak"

"Kalau begitu keluarin semuanya barangnya karena akan kita periksa termasuk atributnya" ucap salah seorang senior lainnya.

Ketiga kakak senior tersebut mulai berjalan memeriksa satu persatu siswa. Ada beberapa siswa yang disuruh maju kedepan kelas karena atributnya kurang dan juga tidak sesuai dengan aturan yang sudah dibacakan.

Sepertinya hari ini nasib gue lagi ga buruk, karena gue ga di hukum di depan. Tapi entah mengapa dari raut wajah Kak frandi sepertinya ga suka kalo gue ga dihukum.

Bel pulang sudah berbunyi semua siswa berhamburan keluar dari kelas masing-masing. Ada yang menuju langsung ke luar gerbang ada juga yang menuju parkiran. Hari ini gue pulangnya ga bareng sama yosa dan tama, karena tadi waktu istirahat mereka bilang pulangnya agak telat.

Ditangga menuju parkiran gue bertemu dengan kak Frandi yang membawa sesuatu ditangannya.

"Hai kak" sapaku.

"Ga usah sok kenal" jawabnya ketus tanpa noleh kearah gue sama sekali.

"Ganteng-ganteng kok sombong banget sih" ucapku dengan suara pelan dan berlalu ke parkiran.

Senior PujaankuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang