Slice Of Life - Papa Sakit?

2.6K 124 110
                                        

"Mas, kamu nggak-- loh, kamu kenapa?" Shani menyeret kedua kakinya mendekat ke ranjang.

Vino tidur dengan selimut melilit tubuhnya hingga leher, dahinya berkerut ketika melihat sebuah kompres bermotif kartun milik Cassie menempel di dahi sang suami. Melirik jam yang ada di atas nakas, biasanya di jam ini suaminya itu sudah memulai aktivitasnya dengan jogging di pagi hari atau mengurus kebun di belakang rumah.

Tangan Shani terulur melepaskan kompresan bergambar kartun di dahi pria itu, membuat tubuh besar yang terlilit selimut itu bergerak dan membuka matanya perlahan. Vino mengulas senyum sambil menyapa Shani yang terlihat sudah sangat siap mengomel.

"Pagi, Ibun."

"Kamu sakit?"

Vino bergumam sambil memindahkan kepalanya ke atas paha Shani.

"Ngomelnya nanti dulu, ya? Aku pusing, pengin tidur aja." Ucap Vino sesaat sebelum kembali terlelap di atas paha Shani.

Hampir satu jam Shani membiarkan Vino tidur di pahanya, ia melirik jam lagi dan sekarang sudah waktunya membantu Ganesha dan Cassie bersiap untuk sekolah.

"Mas."

"Mas Vino." Kali ini Shani sedikit mengguncang tubuh Vino. Pria itu bergumam, "aku harus siapin sarapan buat Ganes sama Cassie."

Tidak ada tanda-tanda Vino akan merubah posisi tidurnya. Mengembuskan napas panjang, ia kemudian menunduk dan mencium sudut bibir Vino sekilas.

"Apa-apaan tadi?" Vino membuka mata dengan tatapan protes, sementara Shani mengedik, "yang benar dong Ibun kalau nyium tuh." Protesnya dengan wajah merajuk. Jika seperti ini, wajah Vino benar-benar mirip dengan Cassie yang mengambek karena tidak dibelikan jelly dan cokelat.

Kekehan pelan keluar dari mulut Shani, ia kembali menunduk, kali ini mengecup bibir suaminya, "tidurnya pindah di bantal dulu ya. Aku mau bangunin anak-anak." Ucap Shani disertai usapan halus di pipi kanan Vino.

Pria itu tersenyum, langsung memindahkan kepalanya di atas bantal dan kembali masuk ke alam mimpi. Shani tertawa kecil melihat kelakuan Vino. Di saat sakit seperti ini, suaminya itu masih saja modus.

Shani mengetuk pintu kamar Ganesha beberapa kali kemudian mendorong pintu tadi. Kosong. Itu adalah kata pertama yang terlintas di benaknya. Ia melangkah masuk dan membuka pintu kamar mandi, sama kosongnya.

Suara tawa dan kekehan dari kamar sebelah membuat Shani melangkah keluar menuju kamar Cassie. Ia mengintip dari celah pintu yang tidak tertutup rapat. Senyumnya mengembang ketika melihat Ganesha yang membantu Cassie melipat selimut dan meletakkan boneka-boneka sang adik yang jatuh di lantai ke atas tempat tidur.

Shani berdiri dengan tangan terlipat di depan dada, membiarkan Ganesha dan Cassie merapikan kamar. Senyumnya makin melebar ketika melihat dua bocah itu duduk bersila di atas karpet dengan tangan menengadah ke atas, setelah selesai membaca doa dan terdengar kata 'Aamiin' barulah Shani membuka daun pintu lebih lebar.

Dua bocah itu kemudian berlarian memeluk Shani.

"Ibun kira Mas Ganes kemana, tahunya di sini." Shani mengusap rambut Ganesha yang mulai memanjang, "gimana tidurnya? Enak? Mimpi apa semalam?"

Bocah laki-laki dengan piyama berwarna biru itu mengangguk, "kata Papa, Mas harus bantuin Adik Cassie. Mas tadi malam mimpi jadi Spiderman!"

Terkekeh, Shani mengecup pipi Ganesha, "Mas sekarang mandi, gih. Nanti Ibun siapin bajunya.

Ganesha mengangguk, "siap, Ibun!" Bocah itu mencium pipi Shani dan langsung kabur ke kamarnya.

Setelah itu Cassie langsung memeluk Shani dengan erat, "Adik gimana tidurnya? Enak? Mimpi apa semalam?"

How IfCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang