Part 26~ Lauren

61 9 6
                                    

"Kamu tidak pasti, jadi aku harus berhati-hati."

❤❤❤

💫💫💫

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

💫💫💫

Kalila menatap serius dua orang yang duduk di hadapannya. Lauren menatapnya panik dan Galang terlihat santai.

"Wah, ada Lauren. Tumben gak bawa mangga." ibu Kalila muncul membawa minuman dan camilan.

"Iya tante, mangganya lagi ngambek."

"Kapan-kapan bawain lagi ya. Itu siapa?" ibu Kalila menunjuk Galang.

"Udah mama gak usah ikut-ikut, sana nonton drama aja." Kalila mendorong ibunya masuk ke dalam.

Kalila kembali duduk dan membuka toples berisi keripik kentang. Ia makan satu-persatu keripik sambil menatap Lauren dan Galang serius.

"Ayo jelasin, ngapain diem. Biasanya lo kan bacot Ren." Lauren dan Galang saling tatap.

"Jelasin apa?"

"Kenapa lo bisa sama Balaram?"

"Gue Galang bukan Balaram."

"Terserah dong, mulut punya gue." Kalila mengangkat dagunya.

"Kalila jangan berisik," suara ibunya terdengar dari ruang tengah.

"Mending lo pulang, biar gue jelasin sama Kalila." ujar Lauren pada Galang.

"Beneran gue tinggal? Terus lo pulangnya?"

"Gue bisa minta jemput nanti." Lauren tersenyum. Kalila menampilkan ekspresi jijik. Baru kali ini ia melihat senyum sopan dan elegan Lauren, biasanya hanya senyum barbar.

"Yaudah gue pulang ya." Kalila seperti ditimpa seratus seblak saat melihat Galang mengacak rambut Lauren.

"Gue pamit pulang." Kalila masih belum sadar dari keterkejutannya saat Galang keluar dari rumahnya.

"Apa-apaan itu saudari Lauren?" Kalila menatap Lauren seolah tak percaya.

"Alah lebay lo, sini gue jelasin." Lauren menarik Kalila ke kamar Kalila. Kemudian menutup pintunya.

"Suruh Juli sama Vero ke sini. Nanti gue jelasin."

Selama beberapa saat mereka menunggu datangnya Vero dan Juli. Vero sudah pulang dari rumah sakit dan seharusnya kini tengah beristirahat di rumah. Namun siapa itu Lauren jika tidak laknat meminta temannya yang baru ditusuk untuk datang.

Who I Meet At Sixteen✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang