"Kita bertemu jodoh kita di usia enam belas tahun, tapi kita tidak sadar bahwa kita telah bertemu dengannya."
Sepenggal kalimat itu sangat mempengaruhi hidup seorang gadis. Untuk membuktikannya, ia mencatat semua nama laki-laki yang ditemuinya saat...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
AN : Dari kemarin seneng mulu jadi takutnya flop yaudah aku kasih konflik kecil.
💫💫💫
Beberapa saat sebelumnya...
"Pak satpam, Ji Chang Wook pulang dulu!" Vero mengangkat tangan menyapa satpam sekolah saat hendak keluar dari area sekolah.
Satpam sekolah hanya menatap Vero malas dan kembali menonton drama korea di pos satpam.
Vero mengendarai motornya sambil tersenyum membayangkan debu-debu dan polusi udara sebagai angin pantai yang sejuk. Beberapa kali bersenandung lagu cina yang dipelajarinya saat masih sekolah dasar.
Jalanan padat sore ini, bahkan macet. Vero berbelok mencari jalan tikus atau jalan pintas untuk pergi ke rumah Kalila.
Vero berbelok ke sebuah gang yang cukup sepi. Meskipun terdapat banyak rumah warga, namun wilayah itu tetap terasa sepi.
Vero tau betul jalan ini, Kalila yang pertama kali menunjukkannya. Jalan iki adalah jalan pintas menuju minimarket dekat rumah Kalila.
Beberapa meter lagi dia akan sampai minimarket itu.
BRAK!
Ada sesuatu benda yang membuat motornya oleng hingga terjatuh. Vero meringis kesakitan dan berusaha menarik kakinya yang tertimpa motor.
Setelah berhasil menarik kakinya, ia menoleh mencari benda yang membuat motornya oleng. Sebuah batu. Berukuran besar yang tampaknya dilemparkan seseorang. Tapi Vero tak melihat ada orang di sana.
Memang terdapat permukiman penduduk. Tapi semakin dekat dengan minimarket hanya ada hutan.
Vero membenarkan posisi motornya saat keadaannya mulai membaik. Ia menaiki motornya dan hendak berangkat pergi. Tapi dia melihat seseorang dengan pakaian hitam berdiri menghadang jalannya dan membawa pisau.