"Kita bertemu jodoh kita di usia enam belas tahun, tapi kita tidak sadar bahwa kita telah bertemu dengannya."
Sepenggal kalimat itu sangat mempengaruhi hidup seorang gadis. Untuk membuktikannya, ia mencatat semua nama laki-laki yang ditemuinya saat...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
💫💫💫
"Gila keren banget!" Kalila menepuk keras punggung Vero membuatnya mengaduh pelan.
"Sakit bego!"
"Oh iya, makasih." Kalila tersenyum dan menatap sekeliling. Saat ini dia ada di kantor polisi bersama Vero dan Lauren.
"Kayaknya seru juga jadi polisi."
"Seru apanya?"
"Bisa ke kantor polisi."
"Tahanan juga ada di kantor polisi."
"Susah emang ngomong sama orang yang otaknya cuma bumbu pelengkap." Kalila melirik Vero sinis.
"Ribut amat kalian, udah ayo!" Lauren menarik tangan Vero dan Kalila. Mengajaknya masuk ke sebuah ruangan. Di dalam ruangan sudah ada Devan, Aiden, juga Ayah Aiden. Kalila mengalihkan tatapannya saat bertemu dengan Aiden
"Pagi om." mereka bertiga menjabat tangan Ayah Aiden lalu duduk bersebelahan.
"Lo gak jadi kontrol?" tanya Lauren pada Devan.
"Nanti jam sembilan." Lauren mengangguk paham.
"Sejauh ini tim saya belum bisa menemukan titik pasti dari teman kalian. Saya sudah mencoba menghubungi orang tua pelaku, tetapi respon yang saya terima kurang mengenakkan."
"Kalau soal gambar itu gimana ya om? Kenapa saya curiga itu ada hubungannya sama semua ini?" ujar Devan.
"Tim detektif akan membantu untuk mencari tahu tentang itu, harap bantuan kalian semua."
💫💫💫
Kalila menyeruput ramen yang dibelinya di rumah sakit. Mereka ikut Devan ke rumah sakit dengan alasan ingin makan makanan rumah sakit.
Di depannya Vero memakan bento porsi keduanya. Lauren hanya memakan ice cream yang dibelinya di Baskin Robin's.
"Coba ada si Panjul di sini, dia pasti udah makan ice cream tiga."
"Coba ada si Panjul, ini makanan semua pasti dibayarin." Vero cemberut.
"Dasar otak gratisan."
"Si Devan selesai jam berapa?"
"Bentar lagi kayaknya."
"Terus si Aiden kemana?"
"Gaktau, biarin aja ilang." Kalila seketika emosi hanya mendengar Vero menyebut nama Aiden.