Part 39~ Tears

70 13 18
                                    

"I promise, everything will be fine."









💫💫💫





💫💫💫

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




❤❤❤



Kalila berjalan untuk kembali ke ruang tunggu operasi. Ia mencengkeram tali yang ada di tasnya. Masih memikirkan kejadian tadi.

"La, kok ngelamun?" Atha menggoyang-goyangkan tangannya di depan wajah Kalila.

"Eh, gakpapa kok." Kalila tertawa patetik dan duduk. Mencoba menyibukkan diri dengan memakan makanan dari Ibu Aris.

"Nak Kalila, gimana masakan ibu?" tanya Ibu Aris.

"Enak bu." Kalila mengangkat kedua jempolnya. Makanan buatan Ibu Aris memang sangat enak.

"La,"

"Apa?" Kalila menoleh pada Atha.

"Ini udah malam, gue anter pulang ya?"

"Boleh, tapi gue mampir dulu di ruangan teman gue boleh?" Atha mengangguk.

Jam menunjukkan pukul sepuluh malam ketika Kalila dan Atha pamit untuk pulang. Kini mereka berjalan menuju ruangan Devan.

Namun sebelum Kalila membuka pintu, pintu sudah dibuka dari dalam. Wajah datar ala papan milik Aiden muncul.

"Senyum napa ih serem muka lo." Kalila menunjuk wajah Aiden.

"Lo ngapain di sini?"

"Jualan kaos. Ya jenguk Devan lah." Kalila menerobos masuk sambil menarik Atha. Aiden yang ada di sebelah pintu tengah berpikir dengan serius mengapa Kalila datang bersama Atha.

"Van kok belum tidur?" tanya Kalila saat Devan tengah membaca buku di atas ranjang.

"Biasanya sebelum tidur gue emang suka baca buku. Kok lo kesini malam-malam?"

"Gue sama Atha habis nunggu operasi anak."

"Anak? Lo punya anak?" tanya Aiden duduk di kursi.

"Eh mulutnya kalau ngomong. Dia itu anak jalanan yang sering gue datengin sama Atha." Kalila melotot pada Aiden. Aiden balik melotot sehingga Kalila ketakutan dan bersembunyi di belakang punggung Atha.

"Keadaan lo gimana Van?" tanya Atha.

"Lumayan, beberapa hari lagi boleh pulang."
"Terus si Panjul gimana?" tanya Kalila memelas. Aiden yang melihatnya seketika teringat orang gila perempatan dekat rumahnya.

"Kata bokapnya Aiden ponsel Rigel sempet aktif tadi terus mereka langsung ke tkp, tapi belum ada kabar." ujar Devan.

"Semoga bokapnya Aiden bisa berguna, GAK KAYA ANAKNYA." Kalila mengangkat dagunya.

Who I Meet At Sixteen✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang