Part 25~ Little thing

67 10 8
                                    


"Kau terlalu sering memuja ekspektasi sehingga realita merasa iri dan memberimu kesan buruk."

❤❤❤

💫💫💫

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

💫💫💫

"La,"

"Iya ma," Kalila keluar dari kamar saat mendengar suara ibunya. Ia menghampiri ibunya yang sedang menonton entah Kalila tidak tahu apa itu, seperti beberapa orang yang berjoget sambil menyanyi.

"Kenapa ma?"

"Mama pengen muffin."

"Terus?"

"Kamu beli sana ke tokonya Sala." Sala yang dimaksud adalah toko Salazar. Sejujurnya Kalila malas pergi ke sana, rasanya ia ingin melempar Dena menggunakan batu.

"Gak mau."

"Kok gak mau?"

"Males ah."

"Beliin mama muffin, atau habis ini cuci baju terus bersihin kebun belakang?"

"Iya-iya Kalila beliin." Kalila berdiri dengan malas untuk mengambil jaketnya di kamar. Daripada ia membersihkan kebun belakang yang ditanami ibunya dengan berbagai bunga. Ia takut membuat kesalahan, pasalnya seminggu yang lalu ia tak sengaja memecahkan lima pot bunga sampai ibunya marah.

Kalila berjalan sendiri melewati trotoar. Beberapa kali menyapa tetangganya yang sedang bersantai di depan rumah.

"Wah, Kalila ya?"

"Bu Rini." Kalila menyapa Bu Rini dan mencium tangannya. Bu Rini adalah tetangganya yang sudah pindah sejak dua tahun yang lalu.

"Ibu ngapain di sini?"

"Berkunjung aja, kangen sama orang-orang sini."

"Nanti mampir aja ke rumah, mama lagi sendirian soalnya papa lembur."

"Terus kamu mau kemana?"

"Mama minta beliin muffin di toko Salazar."

"Oh iya, udah lama saya gak mampir ke sana."

"Eh, kamu udah nikah belum?"

"EH?"

"Udah nikah belum?"

"Ni-nikah?" Bu Rini mengangguk semangat.

"Bu, Kalila masih SMA loh."

Who I Meet At Sixteen✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang