"Kita bertemu jodoh kita di usia enam belas tahun, tapi kita tidak sadar bahwa kita telah bertemu dengannya."
Sepenggal kalimat itu sangat mempengaruhi hidup seorang gadis. Untuk membuktikannya, ia mencatat semua nama laki-laki yang ditemuinya saat...
Mereka berempat membolos jam pembelajaran Bahasa Indonesia dan hendak pergi menuju kantin. Namun, di tengah perjalanan mereka hampir bertemu guru kimia terganas yaitu Bu Ayu yang sering dijuluki "penyihir hitam" oleh para siswa.
"Kayaknya udah aman, ayo cepetan." Lauren orang pertama yang keluar dari tempat persembunyian diikuti yang lainnya. Baru saja hendak melangkah, suara Juli terdengar.
"Mampus, penyihir hitam!"
"HEI, MAU KEMANA KALIAN?!" mereka berempat meringis mendengar suara menggelegar itu.
"Ya Allah, hamba masih ingin hidup." Vero mengusap rambutnya frustasi.
"Eh ibu, cantik banget hari ini," Vero cengengesan menatap Bu Ayu.
"Mau kemana kalian?" tanya Bu Ayu sambil melotot garang.
"Anu bu, kita mau ke perpustakaan mau ambil buku."
"Perpustakaan itu adanya di depan, yang ada di sebelah sana cuma kantin, mau bohongin saya?"
"Eng-"
"Gak ada alasan-alasan, cepat ikut saya!"
"Lah, kemana bu?"
"Katanya kalian mau ke perpustakaan, yaudah karena saya baik hati saya anterin kalian ke perpustakaan."
"Firasat gue gak enak deh," bisik Juli diangguki yang lain.
"CEPAT!" mereka berempat langsung berlari mengikuti Bu Ayu.
💫💫💫
Bu Ayu masuk ke dalam perpustakaan diikuti Juli, Lauren, Kalila dan Vero. Di perpustakaan banyak orang saat itu, karena terdapat sebuah kelas yang menggunakan tempat itu sebagai tempat pembelajaran berlangsung. Bu Ayu berjalan ke arah penjaga perpustakaan dan membisikkan sesuatu.