TIGA BELAS [SAKIT]

60.2K 3.2K 44
                                        

Hati sama seperti kertas yang tercoret pensil, walaupun bisa dihapus tapi tak akan seperti semula. Selalu ada jejak hapusan yang tertinggal.

AUAH
-febiyollafn

☁️☁️☁️

Setelah kajadian dua hari lalu yang mampu membuat Keisya tak mau keluar kamar dan berujung dengan magnya yang kambuh.

Kejadian itu sangat membuat Keisya terpuruk. Orang tua Keisya sangat khawatir saat melihat wajah pucat Keisya yang sedang sarapan saat ini.

Mereka tidak tau apa yang sedang terjadi dengan anaknya itu. Yang mereka tau setelah pergi dari toko bersama Dito, lalu Keisya pulang dengan wajah masam dan mengunci diri didalam kamar.

"Sya kamu serius mau sekolah?" Tanya Rani khawatir.

"Bunda jawaban aku tetap sama" kesal Keisya dengan suara lemahnya, Keisya kesal karena budan dan ayahnya menanyakan hal yang sama sedari tadi.

"Sya bunda kamu itu khawatir sama kamu, liat muka kamu jelek banget kaya jombie" kata Kenan meledek wajah Keisya yang pucat.

"Ayahhh" rengek Keisya dengan suara yang masih lemah.

"Hehe, ya udah janji bisa jaga diri baik-baik?" Tanya Kenan, bagaimanapun Keisya tetaplah pada keputusannya.

"Keisya kuat jangan khawatir" kata Keisya meyakinkan orangtuanya.

"Iya kita percaya" kata Rabi walau dalam hatinya sangat khawatir. Bagaimana tidak Keisya anak semata wayang mereka, Keisya masih belum bisa menjaga dirinya. Buktinya kemarin saja padahal Keisya masih didalam rumah tapi mag Keisya kambuh membuat semua orang panik saat Keisya kesakitan sambil memegang ulu hatinya.

"Ya udah Keisya berangkat ya" kata Keisya setelah memakan beberapa suap sarapan nya karena tidak berselera makan.

"Kalo gak kuat bilang gurunya, tidur di uks aja ya" nasehat Rani.

"Iya" kata Keisya lalu bangkin dan menyalimi orangtuanya dan mencium pipi mereka.

"Kalo ada apa-apa hubungi ayah" teriak Kenan saat Keisya sudah mulai menjauh dari meja makan.

"Iya Yah" teriak Keisya.

Keisya berjalan kearah mobil yang sudah menunggunya didepan halaman. Keisya celingukan mencari Senja yang tak terlihat.

Pak Asep yang baru saja keluar dari bagasi mengerti saat melihat Keisya yang celingukan.

"Neng Keisya, tadi Senja berangkat duluan katanya ada tugas yang harus dikerjakan" kata pak Asep memberi tahu.

"Oh ya udah pak kita berangkat sekarang" kata Keiysa lalu masuk kedalam mobil.

Tak butuh waktu lama untuk Keisya sampai disekolah. Setelah mengucapkan terimkasih kepada pak Asep, Keisya langsung turun dari mobil.

Sekolahnya saat ini sudah lumayan ramai. Keisya berjalan masuk dengan lemas. Banyak orang yang berpapasan dengannya yang menyapa, Keisya hanya membalasnya dengan senyuman.

Keisya ingin segera sampai dikelasnya, ia sudah tidak kuat kepalanya terasa berat yang Keisya inginkan sekarang berbaring dan menyelimuti dirinya dengan selimut tebal.

Akhirnya setelah berjalan yang terasa panjang, Keisya sampai dikelasnya yang berada dilantai dua.

Keisya langsung menyelonong begitu saja membuat teman-teman sekelasnya terheran-heran saar melihat wajah Keisya yang begitu pucat, tak seperti biasanya yang selalu terlihat cerah dan ceria.

about us and him ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang