O1

26.1K 2.8K 404
                                        



Hshshshs karena aku di gas, jadi ini ya! Enjoy!




"Ah, mereka benar-benar mau menikah?"



Renjun mengalihkan pandangannya. Mendapati sebuah benda persegi panjang bersampul perak berada di atas mejanya. Sebuah undangan pernikahan yang ditujukan untuk rekan kerjanya, Kim Minjoo.



"Kenapa memangnya kalau mereka menikah? Bukankah itu berita yang bagus?" tanya Renjun sembari meraih undangan milik Minjoo tersebut. Senyumnya mengembang saat membaca inisial berwarna emas di sana.



M & M. Singkatan dari Mark dan Mina.



"Bagus darimananya sih, kak?" Minjoo masih menggerutu. Tadinya Minjoo berniat mengompori Renjun untuk bergosip dengannya. Namun, apa yang terjadi? Renjun kelihatannya bahagia mendengar kabar pernikahan antara bosnya dengan salah seorang mantan pekerja magang di Neo Group.



"Berarti benar kan kalau selama magang, Mina menggoda Mark sajangnim?"


Renjun hanya menggelengkan kepala menanggapi perkataan Minjoo. Ia pikir, setelah Mina selesai magang cukup lama, gosip miring yang beredar terkubur begitu saja.

Nyatanya tidak.

Gosip malah semakin bergulir menyalahkan Mina ketika kabar pernikahan gadis itu dengan Mark beredar. Padahal kalau ingin mencari tahu, sebenarnya gosip yang selama ini beredar diantara karyawan Neo Group tidaklah benar. Bahkan setahu Renjun, Mark lah yang gencar mendekati Mina, bukan malah sebaliknya.

Yah, biar saja Renjun yang mengetahuinya. Membela Mark dan Mina pun percuma. Pendapat Renjun tidak akan didengar karena tukang gosip merasa dirinya lah yang paling benar.

"Aku penasaran, apa kau masih berani menjelekkan Mina ketika dia sudah menikah dengan Mark sajangnim atau tidak." ujar Renjun sembari mengembalikan undangan milik Minjoo.

"Satu saranku kalau kau masih mau mendengarnya, Minjoo. Jangan sampai Mark sajangnim memergokimu sedang bergunjing mengenai calon istrinya. Bisa-bisa kau harus resign dari pekerjaanmu ini." lanjutnya sembari menyeringai dengan tidak manusiawinya.

Minjoo mengatupkan bibir segera. Dalam hati, dia membenarkan perkataan Renjun. Ia harus lebih berhati-hati mulai sekarang. Karena posisi Mina sudah jauh diatasnya. Istri bos, siapa juga yang berani melawan?

Renjun hanya mampu menggelengkan kepalanya kembali saat Minjoo terburu-buru merebut undangannya dan berbalik ke mejanya.

Renjun tahu sebenarnya yang Minjoo lakukan selama ini hanya sekadar menunjukkan rasa iri. Minjoo iri dengan keberadaan Mina yang entah mengapa menjadi kesayangan para senior di kantor, salah satunya Lee Donghyuck.

Sudah menjadi rahasia umum jika sejak mulai bekerja, Minjoo mengincar Donghyuck. Jelas dia tidak terima kalau perhatian Donghyuck justru jatuh pada Mina yang baru magang beberapa hari disana. Maka, tidak heran kalau Minjoo adalah pihak yang paling gencar menggunjingkan perihal kedekatan Mina dengan bos mereka beberapa bulan yang lalu.



Ting !





Mina
Renjun-a ! Cepat ke kantin sekarang ya!




Panjang umur Mina. Baru saja dibicarakan, dia tiba-tiba saja mengirim sebuah pesan singkat ke ponsel Renjun. Setelah membalas pesan tersebut, Renjun bergegas menuju kantin yang terletak di lantai dasar gedung Neo Group.

pretend ; hyuckren ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang