Enjoy!
•
•
Menjadi kekasih Donghyuck di mata teman-teman sekantornya, ternyata tidak seburuk dugaan Renjun.
Mulanya, si manis itu mengira dirinya akan dijadikan bahan gosip empuk bagi rekan-rekannya, mengingat jarang sekali rekan sekantornya yang menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Terlebih, Donghyuck cukup populer di kalangan para karyawan wanita dan pemuda lajang seperti dirinya. Renjun mengira, ia akan mendapatkan sindiran seperti yang didapat Mina ketika berhasil menaklukkan Mark.
Nyatanya, semua itu hanya ketakutan Renjun semata. Tidak ada sindiran, apalagi bullying. Kelihatannya, kepopuleran Donghyuck belum mampu menyaingi bos mereka yang dimasa lalu pernah menyandang status sebagai duda keren beranak satu itu.
Namun dari semua hal itu, kelegaan didapat Renjun ketika Minjoo masih mau bertegur sapa dengannya. Bukan sekadar basa-basi, gadis itu seolah melupakan fakta bahwa Renjun telah merebut pujaan hatinya selama ini. Sikap Minjoo sangat profesional, meski dua sampai tiga hari kemarin ia sempat menganggap Renjun objek tak kasat mata.
Renjun memaklumi sikap Minjoo. Lagipula, saat ini gadis itu sudah berubah. Tidak mengabaikan Renjun lagi.
"Foxey !"
Renjun mendongak secara otomatis, mengalihkan perhatiannya dari komputer ke sosok yang tengah memasang cengiran lebarnya.
"Kopi," ujarnya sembari mengangkat sebuah gelas kertas berwarna putih kemudian meletakkannya ke meja Renjun.
"Makasih," jawab Renjun tidak lupa menyunggingkan seulas senyum. Hanya bertahan selama tiga detik, sampai Renjun menyadari kebodohannya.
Si manis itu lekas memalingkan wajah. Tidak lupa mencuri pandang ke sekelilingnya. Benar dugaan Renjun, beberapa orang tengah menatapnya sembari menyeringai, menggoda. Termasuk Minjoo yang langsung berpura-pura fokus dengan komputernya ketika bertemu pandang dengan Renjun.
"Mana kopi untuk kita juga, Hyuck?" suara Han Jisung yang berada di seberang kubikel Renjun terdengar.
"Jangan berharap, Jis." Ryujin yang bertempat di sebelah Jisung menimpali. "Kopi Donghyuck kan hanya untuk si Foxey tersayangnya saja."
Renjun mengepalkan telapak tangan yang diletakkan di atas meja. Merasakan panas menjalar dari pipi hingga naik ke puncak kepala, mencoba menyembunyikan wajahnya yang memerah. Menahan malu.
Benar, Renjun bersyukur karena tidak digosipkan. Namun, digoda seperti ini juga tidak lebih baik.
"Apasih!" Donghyuck terkekeh kikuk sembari melirik Renjun yang masih menunduk.
Ia mungkin sudah terbiasa dengan candaan rekan sekantornya. Bahkan kerap menimpali godaan mereka dengan santai. Yah, memang ini jauh lebih baik dari digosipkan dengan bahan cerita yang tidak jelas kebenarannya. Akan tetapi, lama-kelamaan Donghyuck merasa tidak nyaman. Donghyuck takut, semua godaan itu malah akan membuat Renjun nya terbebani.
"Foxey..." Donghyuck setengah berbisik memanggil Renjun. "Ikut aku sebentar, yuk!"
Tanpa protes, Renjun mengangguk. Meraih telapak tangan Donghyuck yang sudah diulurkan di depan wajahnya. Mengikuti dengan pasrah ke mana lelaki itu akan membawanya.
"Hei, Hyuck! Jangan ajak Renjun pacaran terus! Kerja!"
Satu seruan itu terdengar kembali, diikuti gelak tawa di belakang sana. Membuat Donghyuck mendengus. Dan untuk pertama kalinya dia tidak merasa senang mendengar godaan teman-temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
pretend ; hyuckren ✔️
Fanfiction[REMAKE STORY] ini cerita tentang donghyuck dan renjun yang harus menjalani hubungan pura-pura, supaya chenle -adiknya, mau menikah sama jisung . bxb | hyuckren | semi-baku enjoy !
