enjoy! 😋
••
Jisung pernah bercerita pada Donghyuck di awal-awal pernikahannya dengan Chenle. Kata Jisung, menikah itu enak. Ada yang mengurusi, ada yang menyambut ketika pulang ke rumah, ada yang bisa dipeluk setiap malam.
Donghyuck sempat merasa iri pada Jisung, bahkan dirinya sempat mengungkapkan niat untuk mengajukan tanggal pernikahannya dengan Renjun.
Sayang, niatnya ditolak oleh Chanyeol, selaku Ayah Renjun mentah-mentah. Yang ada, Donghyuck malah dikira hendak cepat-cepat mengambil alih Renjun dari orang tuanya.
Dasar, mertua Donghyuck yang satu itu. Dengan Jisung saja sayangnya minta ampun. Sedangkan Donghyuck selalu dinistakan. Untung saja Donghyuck itu penyabar.
Kembali pada bahasan kalau menikah itu enak. Ternyata yang Jisung ceritakan tidak benar adanya.
Menikah itu bukan hanya enak, tetapi enak banget.
Tahu seperti itu, Donghyuck nekat. Tidak mau menunggu sampai satu tahun setelah lamaran diajukan. Kalau perlu, hari itu juga disahkan.
Donghyuck tidak berbohong soal menikah itu enak banget, sesuai gambaran Jisung. Apalagi, Renjun jadi lebih jinak setelah menikah.
Si manis itu tidak lagi bersikap ketus padanya, meski sesekali menjitak kepala Donghyuck jika ia bertingkah konyol. Namun, Donghyuck tidak keberatan dijitak Renjun. Bukan karena sayang, melainkan karena selepas menjitak kepala Donghyuck, Renjun pasti segera menyesal, meminta maaf, kemudian mengusap lembut kepala suaminya. Terkadang, si manis itu mengecup kepala Donghyuck yang dijitaknya agar lelaki itu tidak merajuk lagi.
Duh, Donghyuck memang suka dengan Renjun yang suka marah-marah. Namun, Renjun yang sudah menyandang status sebagai suaminya lebih menggemaskan lagi. Donghyuck makin sayang.
"Hyuck..." Donghyuck yang baru saja keluar dari kamar mandi mendekati sang suami yang duduk di sofa ruang tengah kediaman mereka.
"Kenapa, suamiku yang manis?" tanya Donghyuck dengan handuk yang masih melingkar di lehernya.
"Aku merasa pusing... dan mual." Keluh Renjun sembari memijat pelipisnya yang sejak pagi memang terasa pening. Renjun kira, rasa pening itu akan lenyap ketika dirinya beraktivitas. Ternyata tidak.
Bahkan sampai menjelang sore, pening di kepala dan rasa mualnya semakin menjadi.
"Mungkin kau masuk angin." Kata Donghyuck. Dengan telaten Donghyuck memijat tengkuk Renjun, berharap si manis bisa merasa lebih baik.
"Kita batalkan saja acara menonton filmnya, ya?" usul Donghyuck kemudian.
"Yah.." Renjun merengut. Membuat Donghyuck tidak tahan untuk mencubit hidung Renjun.
"Tidak jadi kencan dong?"
Donghyuck tertawa sembari mengusap puncak kepala suaminya. "Kencannya bisa kita lakukan lain kali. Kita masih punya banyak waktu, Foxey. Seumur hidup."
Renjun mengangguk, menyetujui perkataan Donghyuck. Pemuda itu menyandarkan kepala di dada suaminya, mencari kenyamanan dengan memeluk tubuh tegap Donghyuck. "Nanti, kalau aku sudah merasa lebih baik, kita harus pergi kencan!"
"Iya." Donghyuck menyetujui. "Sekarang lebih baik kau istirahat saja, Foxey. Biar aku yang memasak untuk makan malam, setuju?"
Renjun mengangguk senang. Betapa beruntungnya Renjun mendapatkan suami sepengertian Donghyuck.
KAMU SEDANG MEMBACA
pretend ; hyuckren ✔️
Fanfiction[REMAKE STORY] ini cerita tentang donghyuck dan renjun yang harus menjalani hubungan pura-pura, supaya chenle -adiknya, mau menikah sama jisung . bxb | hyuckren | semi-baku enjoy !
