Seperti hari-hari sebelumnya, Chenle akan menemukan mobil Donghyuck di pelataran rumahnya sekitar pukul 7 malam. Keberadaan mobil Donghyuck biasanya dibarengi dengan interaksi si pemilik mobil dan kakaknya, Renjun yang tidak sengaja Chenle intip dari balik jendela.
Biasanya, Donghyuck akan turun lebih dulu dari mobil. Berlari memutari mobilnya, membuka pintu mobil, membantu Renjun turun sembari menggunakan telapak tangannya untuk melindungi kepala Renjun agar tidak terbentur bagian atas pintu mobil.
Setelahnya, lelaki itu akan memberi salam dan berbincang-bincang dengan Wendy, Ibunya sampai akhirnya berpamitan untuk pulang. Tidak jarang Donghyuck ikut makan malam bersama mereka. Membuat Chenle percaya 100% bahwa lelaki itu memang menjalin hubungan dengan Renjun, sang kakak.
Tapi berbeda dengan kemarin, malam ini acara berpamitan kepada calon mertua versi Lee Donghyuck tidak dilaksanakan. Pasalnya, Chanyeol dan Wendy selaku orang tua Renjun dan Chenle memang tidak ada di kediaman mereka.
Menurut informasi yang didapatnya saat menjemput Renjun berangkat ke kantor tadi pagi, sepasang suami istri itu sedang mengunjungi nenek Renjun di Gwangju karena mendapat kabar bahwa beliau sakit malam kemarin.
"Kau mau langsung pulang?" tanya Renjun ketika mereka sudah berada di depan gerbang rumah Renjun.
Donghyuck hanya mengangguk kecil sebagai jawaban. Kedua telapak tangannnya dijejalkan ke dalam saku celana terangkat naik. Mengusap bahu Renjun, tidak lupa memberi tepukan pelan di puncak kepala pemuda itu.
Suatu kebiasaan yang sering dilakukannya setiap berpamitan pulang. Chenle sudah hafal diluar kepala, karena dia memang selalu mengintip dari jendela rumah.
"Yasudah, hati-hati di jalan." pesan Renjun terlampau datar. Tanpa senyum, juga tanpa ciuman selamat tinggal.
"Sudah? Begitu saja?" kening Donghyuck mengerut. Padahal dia mengharapkan ada sesuatu yang disampaikan oleh Renjun kepadanya. Seperti pesan 'jangan lupa makan', 'jangan tidur larut malam', 'salam untuk om dan tante Lee.'
Kalau perlu, ada kiss bye sebagai penutup.
Tetapi, Donghyuck tidak berharap banyak sih. Ia juga tahu batasan mengingat pasal perjanjian mereka bertambah : Dilarang melakukan kontak fisik, kecuali mengusap puncak kepala dan berpegangan tangan. Itu pun hanya boleh dilakukan di depan Jisung dan Chenle .
Panjang sekali memang pasal tambahannya. Konyolnya, Donghyuck hafal di luar kepala karena dia sempat memprotes poin tersebut. Karena poin itu, dia jadi tidak bisa bebas mencubit pipi Renjun seperti sebelumnya.
"Jangan meminta yang aneh-aneh, Hyuck!" bisik Renjun. Ia begitu berhati-hati takut Chenle mendengar pembicaraannya dengan Donghyuck.
Sebelah sudut bibir Donghyuck tertarik. Sebuah seringaian menghiasi paras rupawannya. Satu ekspresi yang menyebalkan, tetapi sekaligus mempesona diwaktu bersamaan.
Ini bukan menurut Renjun, kok.
Semua itu diungkapkan Minjoo beberapa hari yang lalu kepada Renjun. Gadis itu menyatakan bahwa ekspresi jahil Donghyuck adalah yang paling juara. Padahal, kalau menurut Renjun ekspresi tersebut jelas luar biasa menyebalkan.
"Chenle masih mengintip kita, tuh. Kau tidak mau menunjukkan kemesraan kita?"
Renjun mendengus kesal. Jika biasanya dia akan dengan tidak manusiawinya menarik telinga Donghyuck, memukul kepalanya, atau menendang tulang kering lelaki itu, kali ini dia ingin balas bermain-main dengan Donghyuck.
KAMU SEDANG MEMBACA
pretend ; hyuckren ✔️
Fanfiction[REMAKE STORY] ini cerita tentang donghyuck dan renjun yang harus menjalani hubungan pura-pura, supaya chenle -adiknya, mau menikah sama jisung . bxb | hyuckren | semi-baku enjoy !
