Setelah selama beberapa hari terakhir ia merasa bahagia menghabiskan waktunya dengan teman-teman barunya dan juga menikmati suasana menyenangkan yang ditawarkan kota Verona, kemarin justru ia kembali merasa dunia sedang memusuhinya dan mempermainkannya. Katie bersumpah bahwa sepertinya Jayden Maxwell punya spesialisasi dalam hal menghancurkan kebahagiaannya. Beberapa minggu yang lalu ia mungkin sudah menerima semuanya demi menyelamatkan akal dan hatinya yang sudah di ujung tanduk. Sekarang, ia kembali merasa di titik awal patah hatinya serta merasakan desakan kuat untuk kembali ke New York dan melempar vas bunga tepat di wajah tampan pemuda itu.
Mantan kekasihnya itu punya muka untuk memamerkan kekasih barunya di sosial media tanpa beban sama sekali bahkan ketika seluruh circle pertemanan mereka tahu bahwa ia dan Katie baru saja berakhir dengan tidak baik-baik sama sekali. Sejujurnya Katie tidak perduli dengan bagaimana Jayden memikirkan tanggapan orang lain, hanya saja memangnya pemuda itu sama sekali tidak memikirkan bagaimana perasaan Katie ya?.
Memikirkannya saja sudah membuat Katie kesal dan sedih secara bersamaan.
Kemarin malam ia menangis hingga matanya membengkak Katie tidak bisa lebih bersyukur ketika Ansell Jeon menelponnya dan mengajaknya berwisata, setidaknya ia yakin hari itu ia bisa melupakan mantan kekasihnya yang brengsek untuk sementara waktu. Tapi nyatanya pemuda menyebalkan itu malah membatalkan janji mereka dan Katie tidak bisa merasa lebih terpuruk ketika tahu dari Irene bahwa Ansell memilih pergi kencan dengan kekasihnya, well bukan berarti Katie ingin melarangnya, hanya saja dia kesal dan sedikit iri.
Mengenai hari ini, Ansell Jeon muncul dihadapannya disaat mood nya berada di dasar jurang dan menariknya pergi begitu saja tanpa menjelaskan apapun dan bodohnya Katie menurutinya begitu saja dengan suka rela.
Jujur saja ia tidak suka ada orang melihatnya bersedih terlebih lagi memergokinya menagis apalagi jika yang melihatnya adalah badebah jahil dan kurang ajar yang sering memebuat kepalanya pening. Tapi sialnya ketika melihat Ansell Jeon berdiri diambang pintunya, Katie justru merasa lega untuk alasan yang tidak ia pahami sepenuhnya.
Saat ini Katie merengut, masih setia dengan ekspresi kesalnya karena Ansell tidak kunjung menjawab pertanyaannya saat gadis itu bertanya mereka akan pergi kemana. Bahkan ketika mereka sudah tiba di depan pintu rumah tinggal entah milik siapa pemuda itu masih mengacuhkannya.
"Hei ini rumah siapa sih?" Katie menepuk lengan Ansell tidak sabar, "Jawab!" ia memaksa Ansell saat pemuda itu hanya mengabaikan pertanyaannya sambil meliriknya jahil.
Rumah itu tidak terlalu besar, ciri khas gaya eropa yang nyaman dan hangat, jangan lupakan halaman luas dengan berbagai bunga yang disinari lampu taman. Katie melenguh merasa tidak enak berkunjung kerumah siapapun ini dengan penampilannya yang sekarang, piyama putih kusut dengan motif pelangi kecil yang sudah pudar, rambut terurai berantakan, sial bahkan ia masih memakai sandal rumah berwarna ungu kesayangannya.
Ansell menekan bell rumah itu dan Katie dengan terburu-buru merapihkan rambutnya. Disisinya Ansell terkekeh ketika melihat apa yang dilakukan Katie dari ujung matanya. Rasanya lidahnya sudah gatal sekali ingin mengatakan bahwa apapun yang dilakukan gadis itu saat ini tidak akan mengurangi betapa kacau penampilannya, tapi dengan emosi Katie yang sedang tidak stabil Ansell tau lebih baik diam dibanding dihajar habis-habisan. Katie Hathaway dengan emosi stabil saja sudah galak, apalagi saat ini?.
Pintu rumah terbuka tidak lama kemudian, menampilkan wajah wanita paruh baya yang sudah Katie kenali dengan baik. "Oh Katie dear, selamat datang" Charlotte merangkul pundak Katie lembut dan menuntun gadis itu masuk dan membiarkan Ansell mengekorinya.
"Aku sedikit terkejut saat Ansell mengirim pesan akan membawamu kemari," Katie melirik Ansell sedang pemuda itu hanya mengendikan bahunya ketika Charlotte melanjutkan, "Anggap saja rumah sendiri, kau bisa bermalam disini."
KAMU SEDANG MEMBACA
Juliet's Little Answer
FanfictionWell, Berniat melarikan diri sejenak dan melupakan segala rutinitasnya yang memusingkan serta kisah cintanya yang baru saja berakhir dengan tragis, justru membuat Katie terjebak dalam kisah lain bersama si pemuda menyebalkan dan kurang ajar yang sia...
