Well, Berniat melarikan diri sejenak dan melupakan segala rutinitasnya yang memusingkan serta kisah cintanya yang baru saja berakhir dengan tragis, justru membuat Katie terjebak dalam kisah lain bersama si pemuda menyebalkan dan kurang ajar yang sia...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Park Sooyoung as Joy Lauren Hill
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jung Jaehyun as Jayden Owen Maxwell
++++++
Banyak yang berkata, jika kau membiarkan dirimu jatuh cinta maka kau juga harus siap menanggung apapun resikonya bahkan walau yang terburuk. Mungkin memang benar begitu adanya, tapi tentu cara menghadapi resiko terburuk itu berbeda bagi setiap orang.
Katie menghela nafas dan meruntuk, menghadapi pantulan wajahnya di layar ponsel yang tampak menyedihkan. Kantung di bawah matanya yang menghitam, mata merah dan bengkak, lengkap dengan rambut pirang kusutnya yang diikat satu di belakang kepala dengan asal-asalan. Belum lagi kalau melihatpakaianya saat ini, celana jeans butut dengan kaus putih polos dan cardigan abu-abu kusam, serta sepatu sneakers usang yang seharusnya sudah ia buang jauh-jauh hari.
Katie terlihat seperti seorang gelandangan di antara orang-orang bersetelan mahal dan necis di ruang tunggu VIP bandar udara internasional kota New York pagi itu.
Ia termenung, memikirkan kembali penyebab mengapa ia bisa terdampar sendirian di tempat itu dengan tampang super kacau. Sejujurnya, ia sama sekali tidak mau memikirkan perihal yang satu itu, namun sialnya otaknya terus-menerus memutar memori itu seperti sebuah kaset rusak yang tidak bisa berhenti. Di sekitarnya, ia melihat beberapa pasangan muda yang menatapi satu sama lain dengan tatapan memuja, Katie tidak mampu lagi untuk menahan dengusannya.
Walau begitu, di saat yang sama ketika ia menatap pemandangan itu ia tak mampu menyembunyikan perasaan iri dan sakit yang tiba-tiba memenuhi rongga dadanya. Tapi tidak! ia tidak akan membuang air matanya lagi demi si pemuda sialan yang membuatnya menggila selama dua minggu terakhir. Demi tuhan, Katie sungguh tidak tahu apa kesalahan yang ia lakukan sampai kekasihnya mengkhianatinya, melanggar janji-janji mereka, dan merusak semua yang sudah mereka bangun dan pertahankan selama empat tahun lamanya.
Ia ingat semuanya, ingat awal kisah cintanya dengan mantan kekasihnya tersebut, ingat bagaimana pemuda tampan itu meluluhkan hatinya perlahan dengan segala hal yang mampu membuatnya terbang ke langit ke tujuh. Pertemuan mereka yang berasal dari hubungan senior dan junior di kampus ternyata bisa berkembang jauh lebih serius.