#11 Guru Les Privat

6.4K 652 6
                                        

Mingyu merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di ruang rahasia mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mingyu merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di ruang rahasia mereka. Dia memejamkan matanya sementara ketiga temannya sibuk dengan ponselnya masing-masing.

"Dir.." Panggil Minghao kemudian.

"Paan?"

"Lo dipanggil ke ruang guru.. katanya dicariin sama Pak Aron."

"Kata siapa?"

"Itu anak-anak pada koar di group chat. Katanya disuruh sama nyokap lo."

Mingyu menghela napasnya panjang lalu bangun dari rebahannya. Hingga ia tiba di ruang guru. Mingyu lekas menghampiri Aron—wali kelasnya—di mejanya.

"Oh, Dirga.." Sapa Aron.

"Ada apa, pak? Saya sibuk."

"Sibuk apaan sih, tiap hari cuma ngerokok juga... Sini, duduk dulu." Aron menarik kursi di sebelahnya untuk Mingyu. "Jadi gini.. tadi bapak dapet amanat dari pak kepsek, pak kepsek dapet amanat dari Mama kamu.."

"Terus?"

"Nilai UAS kamu semester lalu kan gak ada yang bagus tuh.. jadi gimana kalo bapak kasih kamu guru les privat?"

"Gak bakal mempan, pak. Saya udah berkali-kali ganti guru les privat dan gak ada yang betah sama kelakuan saya. Jadi gak usah repot-repot deh."

"Kalo guru lesnya salah satu temen sekolah kamu gimana?"

"Hah? Maksudnya siswa ngajarin siswa gitu?"

Aron mengangguk.

"Siapa gitu?"

"Andri. Dia kan paling pinter di sekolah ini."

Seketika bulu kuduk Mingyu berdiri. "Gak mau, pak! Bapak gak tau, ya? Si Andri cebol-cebol gitu galaknya minta ampun! Saya gak mau berurusan sama dia."

"Gitu, ya? Umm... Kalo sama Joshua mau? Dia kan pinter matematika sama Bahasa Inggris-nya tuh.."

"Big no."

Aron menghela napasnya kasar. "Ya, udah. Sama Arka mau?"

Mingyu yang semula melihat ke sembarang arah langsung menaruh fokusnya pada Aron. "Arka?"

"Iya. Dulu di sekolah lamanya dia juara umum. Bapak denger dari SD dia selalu juara satu. Katanya dia juga pemegang sabuk item."

'Sialan. Pantesan tendangannya mantep banget.' —NMS

"Tapi pak.. kok kandidatnya cowok semua, sih? Gak ada yang cewek gitu?"

"Mama kamu bilang kamu gak boleh deket-deket sama cewek. Yang ada nanti kamu malah mesum bukannya belajar."

Mingyu berdecih kesal.

"Jadi mau gak nih sama Arka? Kalo gak mau juga bapak cari dari sekolah lain deh. Atau mau sama junior kamu aja?"

Mingyu menggigit bibirnya berpikir. Kalau boleh jujur Mingyu lebih memilih Wonwoo daripada dua kandidat lainnya. Tapi Mingyu khawatir Wonwoo akan menolaknya.

"Ya, udah." Jawab Mingyu final.

"Ya, udah, apa? Mau dari sekolah lain aja?"

"Sama Arka!"

Aron terkekeh. "Ya, udah. Nanti bapak tanyain dulu ke Arka-nya."

'Semoga Arka gak nolak—.. eh.. anjir.. gila lu ngarep apaan barusan, Dir..' —NMS

' —NMS

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
MATE [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang