Menginap (BonChap #2)

9.1K 552 25
                                        

"Dirga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Dirga.."

Yang dipanggil hanya berdehem, semakin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Wonwoo.

"Nghh.." Wonwoo mengerang ketika Mingyu menghisap kuat kulit lehernya.

Mingyu tersenyum puas ketika melihat tanda merah yang baru saja ia buat. Dia kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Wonwoo dan memagutnya lembut. Wonwoo mendorong bahu Mingyu perlahan, menyuruh pria jangkung itu agar menyingkir dari atasnya.

"Kenapa?" Tanya Mingyu.

"L-lo bilang cuma ti-tidur biasa doang.."

"Iya, gue gak tahan aja ngeliat lo rebahan di kasur gue gini."

"S-sinting.."

Ya, malam ini Wonwoo menginap di rumah Mingyu karena Mingyu yang memaksanya. Ayah Mingyu sedang pergi dinas ke luar kota. Mingyu beralasan takut sendirian karena itu dia meminta Wonwoo untuk menemaninya. Dia bahkan memaksa Wonwoo untuk tidur di ranjang yang sama dengannya.

Padahal tadi sore Mingyu berjanji tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh pada Wonwoo. Tapi belum sampai semenit Wonwoo berbaring di ranjang Mingyu, kekasih besarnya itu tiba-tiba mengukungnya dan melibatkannya dalam ciuman basah yang menuntut.

"Tenang aja kali, Ka. Gue gak bakal nelanjangan elo kok. Soalnya kita masih belum lulus." Mingyu mengusap poni pendek Wonwoo.

"Gila. Lo pikir gue mau lo telanjangin?"

"Makanya... Sekarang ciuman aja." Mingyu mengecup hidung mancung Wonwoo. "Sampe gue puas."

Wajah Mingyu kembali mendekat. Dia mengecup bibir Wonwoo sebelum menjilatnya. Lalu dia menghisap bibir bawah Wonwoo, sesekali menggigitnya gemas. Dia lanjut melumat bibir Wonwoo sedikit tidak sabaran.

"Arka."

Wonwoo membuka matanya perlahan.

"Gue boleh pegang elo gak?"

"Huh? Pegang apa?" Wonwoo seketika was-was.

"Dada lo."

"Sinting!" Wonwoo memukul kepala Mingyu dan menyingkirkan tubuh Mingyu dari atasnya. Dia pun bangun berdiri. "Gue tidur di ruang tengah aja. Gak guna tidur bareng orang mesum kayak lo."

"Yah.. Ka. Jangan dong." Mingyu menahan tangan Wonwoo. "Tidur di sini, ya? Gue janji gak bakal ngapa-ngapain lagi deh."

"Gak. Tadi sore juga lo janji gak bakal ngapa-ngapain tapi nyatanya lo kayak tadi. Emang yah, semua janji cowok tuh dusta."

"Sayang, jangan marah dong. Ya udah deh, kamu tidur di sini, biar aku aja yang tidur di luar."

"Ya udah, sana!"

Mingyu mengerucutkan bibirnya kecewa. Dengan berat hati, dia pun melangkahkan kakinya ke luar kamar. Setelah menutup pintu, dia berjalan menuju kamar ayahnya.

Tapi, bukan Nadirga namanya kalau menyerah begitu saja.

Seribu niat, Mingyu kembali ke kamarnya di tengah malam. Senyumnya mengembang saat melihat kekasihnya yang terlelap dengan tenang. Dengan gerakan ninja, Mingyu naik ke ranjangnya dan mengambil posisi di sebelah Wonwoo yang membelakanginya. Dia ikut masuk ke dalam selimut lalu melingkarkan tangannya di pinggang Wonwoo.

"Dirga?"

Seketika Mingyu membeku saat mendengar Wonwoo bergumam pelan memanggilnya. Saat melihat Wonwoo membalikkan tubuhnya hingga mereka berhadapan, Mingyu pikir Wonwoo akan kembali memakinya. Tapi nyatanya pria manis itu justru semakin mendekat ke dekapan Mingyu bahkan memeluknya.

Senyum di wajah Mingyu kembali mengembang. Dengan hati-hati dia mengangkat kepala Wonwoo demi menjadikan lengannya sebagai bantal Wonwoo.

"Mimpi indah, cantik." Bisik Mingyu lalu mengecup pucuk kepala Wonwoo.

Esok paginya, Wonwoo bangun lebih awal. Mata rubahnya mengerjap pelan lalu melihat sekeliling. Seketika matanya langsung membulat saat melihat Mingyu yang masih terlelap dan setia memeluknya. Dia buru-buru bangun duduk. Dia berteriak seraya menendang tubuh Mingyu hingga kekasihnya jatuh ke bawah.

"SIALAN LO NADIRGA MESUM SURYAATMAJA!!!"

A/n :Udah lah bodo amatYang penting beres haha:))

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

A/n :
Udah lah bodo amat
Yang penting beres haha:))

Bye.

MATE [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang