17. Help Me

193 17 2
                                        

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Jangan lupa komen, like, and share ya!!!
Warning!!!
Tetap pegang teguh agama Oslam dan jangan terpengaruh ke jalan yang menyimpang

Happy Reading
🍓🍓🍓🍓

Deeva panik saat sambungan telepon terputus begitu saja, Arsen yang melihat mimik wajah khawatir Deeva mulai bertanya.

"Lo kenapa? Muka lo kek kemalingan sesuatu."

"Cia diculik sama bang Kenzo, bagaimana ini?"

"Alah paling dia yang mau, siapa sih yang mampu nolak pesona abang lo itu," kata Arsen dengan santai.

"Nggak mungkin, gua kenal baik sama Cia," ujar Deeva, kemudian menelpon sahabatnya Cristy.

Cristy yang baru saja ingin membuka pintu rumahnya berhenti seketika saat mendengar dering telpon miliknya.

"Halo, Beb. Tumbenan banget, jangan-jangan si Senior yang kurang ajar itu ngapa-ngapain lo," ujar Cristy dengan nada khawatir.

"Bukan gua, beb. Tapi si Cia diculik kakak gue, lo lihat Cia terakhir dimana?"

"Eh kok bisa, mampus. Terakhir kali gua sama Cia di cafe kita, itupun udah sekitar beberapa jam yang lalu."

"Kita ketemu di taman Padduppa deh pas deket CCD's Cafe, gua tunggu! Tapi, cepetan ya!"

"Oke gua otw!"

Saat itu pula Cristy lansung bergegas pergi ke tempat yang mereka janjikan, Cristy mencari keberadaan Deeva yang akhirnya ketemu dengan lambaian tangan Deeva.

"Gimana? Kita mesti gimana?"

"Gua juga nggak tau gimananya, masalahnya si Cia ngehubungin gua dan putus gitu aja."

"Kalian cewek memang menyusahkan. Kalian nggak pernah berfikir pake otak, perasaan aja yang kalian pake," ujar Arsen dengan nada meremehkan.

"Diem ya kak! kakak bukannya bantu mikirin jalan keluarnya, malah nambahin pikiran. Kakak kan yang paling deket sama bang Kenzo, telpon kek, apa kek, yang penting bantu gitu. Jangan diem mulu kek patung," ujar Deeva dengan setengah berteriak.

"Dari tadi gua udah nelpon si bangsat, tapi lo taukan bagaimana keras kepalanya kakak lo itu. Persis banget sama adeknya."

"APA LO BILANG? SIA ...."

"Udah, Dev. Jangan berantem lebih baik kita cari solusi dulu, bentaran aja berantemnya." Lerai Cristy pada akhirnya pada dua orang yang siap memutus urat leher masing-masing.

"Tunggu gua telpon si Devan, gua lupa kalau dia ahlinya ngelacak orang,'' ujar Arsen tiba-tiba.

"Kenapa nggak dari tadi lo bilangnya, Bangsat," cerca Cristy tanpa embel-embel sopan lagi.

"Namanya lupa, gimana sih lo."

"Berhenti! Cepet telpon, kak! jamgan banyak ngomong." Kali ini perdebatan dilerai oleh Deeva.

Drf.... drft....drft...

"Halo, Van. Bisa ke CCD's Cafe bentaran, gua tunggu ya!"

Fille ForteTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang