Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Cia kembali lagi, karena masih ad stok cerita. Ini stok terakhir sebelum ngilang lagi seminggu ke depannya.
Follow
Komen
Vote
Share....
Happy Reading
🍓🍓🍓
Kamus:
Gora: Teriak
Senyum di bibir mungil Deeva perlahan redup bersamaan dengan binar matanya.
Di depan sana Kenzo dan Pretty sedang tertawa bersama, tidak pernah menampik emang kalau ada rasa cemburu yang menyelinap hingga membuat hatinya menjerit pilu.
“Sudahlah, Beb. Suatu hari nanti abang lo bakalan sadar dan kalau perlu kena karma.”
Cia merangkul pundak sahabatnya saat melihat wajah murung yang menghiasi wajah yang selalu ceria itu.
“Gua sumpahin abang lo kena karma, biar dia berbalik sayang sama lo dan kalau perlu nanti dia berubah posesif sama lo.” kalau kalimat nyeleneh itu dikeluarkan oleh Cristy.
“Semoga aja.”
Mereka pun melangkah ke halte bus sembari bersenandung dengan nada acak yang membuat mereka tertawa riang.
****
Sesampainya di rumah, Deeva berjalan seperti biasa hingga suara sinis terdengar di telinganya, “Memangnya enak dibenci kakak sendiri? Makanya, jangan jadi pembunuh.”
Deeva tidak mau mendengar ocehan yang menyulut amarahnya. Berulang kali Deeva beristigfar dalam hatinya, agar kiranya ia diberi kesabaran agar tak mengubek-ubek muka tantennya.
“Denger ya, tante! Aku diem kayak gini karena nggak ingin tante menderita lebih lama. Kepergian om Bram itu udah takdir dan nggak mungkin manusia ngalihin takdir.”
“Dia nggak bakalan meninggal kalau nggak nyelametin anak sial kayak kamu! Tunggu karma yang bakalan datang ke kamu, Deeva.”
Deeva tak mau mendengar ucapan menyakitkan yang lebih membunuh hatinya yang memang sudah hampir mati rasa.
Ia menuju kamarnya dengan telinga yang masih mendengar makian dari tantenya. Sesampainya Deeva di kamarnya, ia menutup pintu dan bersandar di balik pintu kamarnya.
Isak tangis mulai terdengar di kekosongan kamar itu.
“Ya Allah! Kalau memang ini cobaan buat deeva, maka Deeva ikhlas dan ridho. Deeva kangen sama Bunda, Ayah, dan Abang. Ya Allah, Deeva merasa sepi karena ditinggal mereka. Tapi, Deeva bersyukur bahwa Engkau masih bersamaku.”
Deeva bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri sembari mengambil wudhu untuk mengisi waktu dengan membaca Al-Qur’an yang akan dilanjutkan dengan salat asar.
****
Malam harinya, Deeva salat isya di kamarnya dan kemudian turun ke bawah untuk makan malam.
Dari atas tangga ia bisa melihat tawa Abangnya yang membuat ia iri. Deeva hanya terpaku sampai mereka selesai makan malam, Kenzo menghentikan langkahnya saat melihat Deeva yang masih berdiri di tangga seperti manusia tanpa jiwa.
Bukannya menyuruhnya makan, Kenzo malah mendengus dan berlalu begitu saja. Jujur Deeva tidak bisa menahan air matanya yang akan segera menganak sungai.
Deeva melangkah turun ke meja makan untuk menyantap makan malam, di sana Mbok Ina tersenyum sendu melihat nona mudanya yang murung.
“Ayo, Mbok kita makan!”
KAMU SEDANG MEMBACA
Fille Forte
Teen FictionSquel ZEVANA ❤❤❤ JANGAN DIBACA PERINGANTAN!!! WARNING!!!⚠⚠⚠ Fille Forte adalah bahasa Prancis yang artinya gadis kuat atau dalam bahasa inggris strong girl ❤❤❤ Kisah ini 'B' aja, jadi kalian mau mampir ya silahkan😇 Kalau pun nggak mau, ya udah sih...
