orang ketiga

32 5 0
                                    

"Sekarang lo jelasin kronologinya, biar gua paham!" Titah Aeril pada Zila yang tengah menangis sedari tadi

Zila adalah sahabat kecil Aeril, pagi ini dia bertamu ke rumah Aeril dengan mata yang sembam, Aeril yang tak tega melihat Zila menangis langsung menutup laptop dihadapanya mengesampingkan semua tugasnya.

"Gua...hiks.. gua ceroboh Ril" tangis Zila pecah

"Nih minum dulu biar tenang" Aeril menyodorkan segelas teh manis yang tadi dibawakan bi Siti

"Makasi..."

"Oke sekarang lo jelasin semuanya"

"Ja..di kema..rin gu..a ja..lan sama Ilham, terus gak se...ngaja gua juga ke..temu sama Fahmi" jelas Zila terbata-bata

"Terus Fahmi marah?"

"Nah justru itu, dia malah san..tai, tapi gua yakin dia marah bet Ril, gua harus gimana?" Tangis Zila semakin menjadi.

Aeril paham dengan perasaan Zila saat ini, terlebih Fahmi itu juga teman Aeril, mebuat Aeril semakin mudah memahami apa yang terjadi dengan sahabatnya itu.

Drttt...drrtttt..
Ponsel Aeril bergetar membuat Aeril dan Zila terfokus pada benda pipih yang tegeletak di atas nakas.

"Siapa?" Tanya Zila

"Ilham"

"Suruh sini Ril, biar dia bantu gua jelasin ke Fahmi"

"Hallo" sapa Aeril pada seseorang di seberang sana

"Gua tunggu lo di rumah gua, ada yang mau gua omongin" titah Aeril sebelum benar-benar memutuskan sambungan telponnya.

*****

Aeril, Zila dan Fahmi sudah berada di halaman belakang rumah Aeril. Ilham menatap Zila heran, tangisnya sudah berhenti hanya saja kulitnya yang putih membuat hidung nya memerah.

"Dia kenapa?" Tanya Ilham pada Aeril

"Takut Fahmi marah"

"Terus hubungannya sama gua apa?"

"Lo harus jelasin ke Fahmi kalo kejadian tempo hari itu gak seperti yang Fahmi liat, lagian kalian ceroboh bet pake jalan bareng, heran"

"Lah tinggal dia aja yang jelasin, toh kan dia yang ngajak jalan" sanggah Ilham

"Kok lo nyalahin Zila si" protes Zila

"Udah ya kalian berdua salah, sekarang kalian temuin Fahmi, jelasin yang sebenernya" tegas Aeril

Aeril beralih memainkan ponsel membiarkan kedua temannya berpikir, kali ini ia benar-benar malas untuk ikut campur dengan masalah orang lain.

"Ril bantuinlah, jahad bet si" protes Zila

"Oiya gua lupa, gua banyak tugas, jadi gua ke kamar dulu ya" ucap Aeril berjalan meninggalkan mereka berdua.

Aeril kembali mengerjakan tugas yang tadi sempat tertinggal, menunda tugas memang sudah menjadi kebiasaanya, bahkan menghafal untuk ulanganpun pake metode SKS.

"Ril, Zila sama Ilham pamit ya" pamit Zila yang tiba-tiba muncul di kamar Aeril

"Emang udah nemu idenya??"

"Udah dong, yaudah Zila pulang dulu.... bye"

Entahlah apa yang akan dilakukan Ilham dan Zila setelah ini, toh idenya juga Aeril tidak tau menau.

Terus menerus bergelut dengan tugas membuat Aeril jenuh, ia membuka ponselnya untuk bermain game, setidaknya bisa membuat penatnya hilang.

Satu notification masuk, membuat Aeril mengurungkan niatnya untuk match.

CRAZY BOYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang