KiKasa (KiseKasa)-4

407 70 25
                                        

Catatan:
Semua karakter KnB BUKAN milik Author. Typo PASTI akan bertebaran dan OOC kemungkinan besar akan terjadi.

Happy reading!
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Langit malam yang gelap tanpa bintang benar-benar menggambarkan suasana di antara dua pemuda berbeda surai yang tengah berdiri berhadapan dengan di tengah suasana yang siapa pun ingin cepat-cepat pergi dari sana.

Pemuda dengan surai hitam mengepalkan tangan. Tampak begitu kesal. Tidak berbeda dengan pemuda bersurai kuning yang tengah melipat lengan di depan dada sambil cemberut.

"Menurutmu?!" gerutu Kasamatsu. "Memangnya kamu pernah sekali saja mengajakku jalan-jalan?! Oi! Yang tiba-tiba menggagalkan rencana itu, kan, kamu! Kamu memilih bersama para kru pemotretan sialan itu dibanding mengikuti rencana yang sudah kita buat! Terus sekarang apa? Kamu nyalahin aku?!"

Kise semakin memajukan bibirnya. "Kenapa tiba-tiba Yukio-cchi marah-ssu? Kalau Yukio-cchi gak suka, ya tinggal bilang-ssu! Aku juga tidak akan menerima ajakan mereka kalau Yukio-cchi keberatan-ssu!"

Merasa tidak terima disalahkan, Kasamatsu berkacak pinggang sudah masuk ke dalam mode garangnya. "Oh ya? Kamu tidak akan menerima ajakan mereka? Ya! Kamu memang tidak akan menerima ajakan mereka! Tapi kamu pasti akan menggerutu, mengeluh, dan merengek kalau aku melarangmu ikut dengan mereka!"

Pemuda bersurai kuning yang masih saja cemberut itu menghentakkan kakinya cukup keras. "Aku tidak begitu-ssu!"

Merasa muak dengan pembelaan diri sang pacar, Kasamatsu mencibir dan memandang Kise dengan mata yang menyipit. "Serius? Kamu tidak akan begitu? Aku memang baru beberapa bulan bersamamu! Tapi, aku sudah tahu kebiasaanmu! Kamu itu kekanak-kanakkan banget! Dilarang sedikit kamu pasti akan merengek-rengek!"

"Yukio-cchi mengataiku-ssu?!" seru Kise. "Yukio-cchi juga kekanak-kanakkan-ssu! Untuk apa menyembunyikan ketidak sukaan-ssu?!"

Dengan amarah yang masih meluap-luap, Kasamatsu melangkah maju dan menekan telunjuknya dengan keras ke dada Kise berkali-kali. Sang uke itu menguarkan aura penuh bahaya dan intimidasi. Tampak jelas api amarah berkobar di kedua bola mata pemuda itu, sisi galaknya yang sudah dia coba tahan kembali merangkak keluar.

"Hahahahaha..." Kasamatsu tertawa sinis, khas tawa-tawa antagonis di drama-drama murahan yang sering ditonton ibu-ibu di kala senggang. "Kamu tanya kenapa aku menyembunyikannya? Ok! Akan kujawab! Alasan aku menyembunyikannya itu karena aku gak mau dalam situasi semacam ini bersamamu, Kise Bren***k!"

"Yukio-cchi mengataiku bren***k-ssu?!"

Tidak mampu menahan kemarahannya, Kasamatsu mencengkeram bagian depan kaus Kise dan menggoncangkan sang pacar dengan sekuat tenaga. "Ya! Karena kamu orang paling bren***k yang pernah aku kenal! Persetan denganmu! Lebih baik aku mengeluarkan uang lebih ketimbang harus menghabiskan sisa malam berharga di sini denganmu!"

Kasamatsu melangkah menuju kamar tidur, dengan sengaja menabrak Kise saking marahnya. Dia mengambil koper dengan kasar, bersyukur dirinya belum mengeluarkan apapun dari koper. Semua yang dia pakai pasti langsung masuk koper lagi.

Tanpa pikir panjang, Kasamatsu menarik koper itu dan hendak keluar. Sebelum akhirnya ditahan oleh Kise. "Yukio-cchi kenapa sih-ssu? Kenapa, sih, Yukio-cchi selalu kasar dan tidak sabaran?! Setidaknya tirulah dikit Asagi-cchi ssu! Dia sabar dan lembut, dia juga tidak pemarah seperti Yukio-cchi!"

"Persetan dengan Asagi itu! Kalau kamu mau sama dia, terserah! Aku juga gak rugi kalau kamu sama dia! Dasar bren***k!"

***

Dengan bantuan dari Leta, Kei, Himuro, dan Takao, Kasamatsu dapat menempati sebuah cottage tanpa mengeluarkan uang terlalu banyak. Yah, walaupun cottage yang ia tempati sekarang ini lebih sederhana dari cottage yang lama. Namun, selama Kasamatsu bisa tidur, mandi, dan yang paling penting jauh dari Kise... dia tidak apa-apa.

Hari sudah berganti pagi. Langit begitu jernih, matahari bersinar begitu cerah. Sayangnya, suasana hati Kasamatsu tidak secerah langit yang menaunginya. Suasana hati pemuda itu benar-benar kelam, layaknya dasar lautan yang gelap dan dingin.

Sebenarnya Kasamatsu benar-benar tidak mau keluar, tapi dia juga tidak bisa bersantai dengan nyaman. Kenapa? Karena dia takut pintu cottage yang dia tempati sekarang jebol gara-gara ketukan ganas yang dilengkapi dengan tendangan oleh Himuro dan Takao.

Di sinilah Kasamatsu. Pantai yang bisa dibilang lebih sepi dari beberapa hari sebelumnya. Pemuda itu hanya berjalan pelan, mengikuti rombongannya yang punya niatan untuk snorkeling bersama.

Kasamatsu memandangi alat snorkeling yang baru saja Leta sewakan untuk mereka. Helaan nafas terdengar. Astaga! Dia ingin cepat-cepat menyelesaikan tur snorkeling ini dan kembali bergelung di bawah selimut di ruang tidur yang sejuk.

Leta menyikut perut Kasamatsu, membuat pemuda bersurai hitam itu meringis dan melototi satu-satunya gadis di rombongan mereka. Leta menunjuk ke sebuah kios minuman ala-ala pantai. "Itu Kise, kan, dan gadis itu..."

Kasamatsu mengangguk. Dua orang yang duduk berhadapan itu adalah Kise dan Asagi. Hahahaha... Kise menuduhnya dan orang bren***k itu masih saja berhubungan dengan Asagi. Sialan!

"Hentikan! Kita akan segera masuk ke air!" kata Kei yang langsung menyadari situasi di antara Kasamatsu dan Leta. "Lupakan itu untuk sebentar, ok?"

***

"Yukio-cchi kemana saja-ssu?"

Ingin rasanya Kasamatsu menendangi muka Kise puluhan kali. Pemuda bersurai hitam itu melipat lengan di depan dada dan memandangi pacar(?)nya dengan pandangan sinis.

"Apa pedulimu?" tanya Kasamatsu dingin.

Kise cemberut. "Yukio-cchi kenapa-ssu? Aku tahu kemarin lusa adalah pertengkaran paling parah selama ini-ssu. Tapi, ayo kita bicara dulu-ssu."

"Kamu mau bicara?" tanya Kasamatsu. "Padaku? Tentang pertengkaran itu? Walaupun kamu masih ada di sekitar sumber pertengkaran? Serius? Kamu itu polos atau bego, sih?!"

to be continued

Terima kasih sudah membaca🙏 Jangan lupa tekan bintang dan berkomentar!

See you next chapter!

Summer SeasonCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang