La Guardia 6

363 52 36
                                        

Tok tok tok

Kedua insan yang sedang memadu kasih ini pun menghentikan kegiatannya, lebih tepatnya hanya satu orang. Seungri membuka matanya begitu dia mendengar ketukan pada daun pintu kamarnya.

"Mengganggu saja! Tidak perlu hiraukan, kita lanjutkan saja."

"Aniya, lihatlah siapa yang mengetuk pintu."

"Tidak perlu, paling hanya pelayanmu."

Ha Joon tidak memperdulikan ketukan pintu. Dia semakin melebarkan kaki Seungri, menaruh satu kakinya di pundak dan bersiap memasukkinya.

"Arhh, sayang ...."

Tok tok tok

"Tuan Lee, anda baik-baik saja?"

Seungri semakin membulatkan kedua matanya saat tahu suara di luar sana adalah Jiyong. Hatinya makin tidak karuan. Antara senang dan gelisah menjadi satu.

"Itu Jiyong, cepat kau temui dia atau dia akan menerobos masuk kalau tidak dapat jawaban dariku," titah Seungri. Ini usaha terakhir untuk bisa hentikan keinginan Ha Joon. Berbohong.

"Aisshh, dasar pengganggu. Sepertinya kau hapal sekali dengan pengawalmu itu?"

"Bukan, sayang. Jiyong itu memang terlatih seperti itu. Dia lebih mengandalkan instingnya. Kau tidak mau dia melihat kita seperti ini, 'kan?" Seungri berupaya membujuk Ha Joon dan sepertinya itu menggoyangkan pikirannya.

"Cihhh, aku bersumpah akan menyingkirkan dia!"

Ha Joon mengambil jubah tidurnya dan turun dari kasur. Berjalan kesal menuju pintu. Dia kesal karena bagian selatannya terasa sakit karena tidak tuntas. Seungri hanya memandangi punggung kekasihnya dengan rasa lega.

Clek

Pintu kamar terbuka dan benar Jiyong berdiri tepat di hadapan Ha Joon. Si pengawal ini tidak memberi ekspresi apapun, membiarkan lawannya menebak apa yang diinginkannya sekarang.

"Ada apa?"

"Maaf tuan, aku tidak sengaja lewat saat hendak ke dapur dan aku mendengar suara Tuan Lee berteriak. Kupikir terjadi sesuatu dengannya."

"Tidak terjadi apa-apa dengannya. Dia baik-baik saja." Ha Joon hendak menutup pintu kamarnya, tapi Jiyong menahannya.

"Maaf tuan, tapi aku harus memastikan sendiri kalau Tuan Lee benar-benar dalam keadaan baik."

Nampaknya Jiyong telah membangunkan macan yang sedang tidur, karena sekarang Ha Joon mulai gerah dengan Jiyong. Dengan entengnya Ha Joon menarik kerah kemeja Jiyong dan mendorong laki-laki yang tubuhnya lebih kecil dari Ha Joon hingga membentur ke dinding.

"Aku sudah katakan dia baik-baik saja. Jangan mencoba kesabaranku! Aku tidak peduli dengan kau yang setia menjadi pengawalnya. Tapi aku lebih tidak suka saat kau dekat dengannya. Kau paham?!"

Jiyong tidak menjawab pertanyaan Ha Joon. Bahkan dia tidak bereaksi apapun dengan tindakan yang diberikan Ha Joon.

"Jawab aku!"

"Maaf tuan ..."

"Shin Ha Joon."

"Ye, Tuan Shin. Maaf kalau aku sudah mengganggu tidur anda. Tapi aku hanya akan memastikan sendiri kalau Tuan Lee ...."

"Aku baik-baik saja, Jiyong. Tidak perlu khawatir. Aku tadi terjatuh di lantai."

Kalimat Jiyong terputus karena orang yang sejak tadi dikhawatirkan Jiyong akhirnya muncul. Hanya berbalut jubah satin hitamnya, Seungri muncul dari kamarnya.

La Guardia (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang