Lapangan
Dikarenakan Kepala Sekolah akan menyampaikan Sesuatu maka seluruh murid kini sudah berada di lapangan. Alvika Bersama anggota OSIS lainnya Berdiri di Lapangan bagian Timur.
" Pak Iskandar mau ngomong apasih? Ribet bener kita disuruh baris di Timur lapangan gini " Gerutu Rena - Bendahara OSIS.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh " Ucap Pak Iskandar - kepala sekolah SMA Sanjaya tepat di MIC.
" Waallaikumsallam warahmatullahi wabarakatuh " Balas Seluruh Murid..
" Baik, Untuk Acara Bantuan Sosial Sekolah kita apakah ada yang masih ingat? Karena Acara Bansos kita akan diadakan di Pedesaan maka 50 anak Didik SMA Sanjaya harus mewakili Terutama Ketua OSIS, Wakil Ketua OSIS, Frazia, Alzio, Rafael, Raga, Dll tolong Nanti Yang Anggota OSIS di adakan Rapat ya nanti, Bansos akan berjalan 3 hari setalah pengadaan Bansos kita akan pembelajaran keluar sekolah untuk kelas 11 dan 12. Sekian yang bapak akan beritahukan terima kasih " Jelas Pak Iskandar
" Ngapunten pak motong pembicaraan nya sebentar, Villa dan bahan makanan sudah di siapkan disana untuk keberangkatan nanti pakai alat transportasi masing masing dan yang cewek wajib bareng laki " potong Bu Zena diangguki Pak Iskandar.
" Baik Anak anak yang di pilih adalah Alvika, Elnata, Zia, Raga, Zio, Rafael bla bla bla bla........ Untuk Alvika bisa bareng Raga, Elnata dan Rafael, Zio dan Zia bla bla bla........ " ucap pak Iskandar membuat keenam orang itu melongo.
" Maaf pak saya bawa transportasi sendiri " Ucap Elnata dan Alvika bersamaan.
Fakta yang belum kalian tau adalah Elnata dan Alvika adalah Anak Geng motor, memang tidak ada yang tau karena keduanya sama sama menutup identitas nya sebagai Anggota geng motor.
" Baiklah tidak apa apa, Alvika saya menyerahkan mereka sama kamu " balas Kepsek itu di angguki Alvika.
Skip Istirahat, Kantin SHS
Alvika, Elnata dan Zia kini berada di pojok kantin.
" Nanti Gue mau ketemu sama Bang Darrel dulu " Ucap Alvika membuat Elnata menghentikan aktivitas makannya.
" Lo mau identitas Lo kebongkar Al? Jangan gila " balas Elnata melanjutkan makannya.
" Hm " balasan singkat dari Alvika. Alvika mengeluarkan handphone nya dan memencet nama 'Bang Darrel' di layar handphone nya.
Perlu di ketahui Darrel adalah Abang Sepupu Alvika dan wakil dari geng Roger.
" Napa Al? " _Darrel
" Siapin Motor gue sama El, Gue ambil Nanti malam " _Alvika.
Alvika memutuskan Panggilan secara sepihak.
" Zi " panggil Alvika pada Zia yang asik memakan Seblak nya.
" Hm? " Balas Zia masih mengunyah makanan.
" Besok jangan banyak tingkah, Lo gak sama gue soalnya " nasihat Alvika diangguki Zia dan Elnata.
Enak enak makan tiba tiba Kantin ricuh dengan datangnya Trio biadab :)
" Kyaaa mereka ganteng banget "
" Handphone mana handphone "
" Kaca gue mana kaca gueee "
" BISA DIEM GAK KALIAN SEMUA! " bentak Alvika yang sudah berdiri, kantin Seketika hening.
" KALIAN TAU GAK, TERIAKAN KALIAN TADI MEMBUAT YANG SEDANG MAKAN TIDAK NYAMAN! SEKALI LAGI GUE LIHAT KALIAN MASIH TERIAK TERIAK GUE JEMUR KALIAN SEMUA " Bentak Alvika lagi. Mereka melanjutkan aktivitas nya sedangkan Alvika langsung menuju ruang OSIS untuk menenangkan diri.
Elnata menatap Tajam Raga, Zio dan Rafa yang masih mematung di depan pintu kantin, dengan cepat Elnata menarik Zia menuju ruang OSIS menyusul Alvika.
" Ikutin aja mereka, Kalo Al Emosi bakal aneh aneh, kalau di kunci pintu OSIS nya bahaya " Ucap Zio di angguki keduanya.
Satu fakta lagi, Zio itu sahabat masa kecil Alvika.
Ruang OSIS
Saat sampai di lorong Ruang OSIS, Zio dapat melihat Elnata yang berusaha Membuka pintu OSIS. Zio langsung lari kesana meninggalkan Raga dan Rafael yang menatap Zio bingung.
" VITA!!! BUKA VIT!! " Teriak Zio berusaha mendobrak pintu.
" Gak, Udah biarin Vita sendiri dulu Yo " balas Alvika dingin.
" Kunci cadangan? " Tanya Zio ke Nata dan di balas gelengan. Zio mengintip dari jendela melihat Alvika duduk di Kursi Ketos.
Brak!!!!
Zio menendang pintu OSIS di bantu dengan Nata. Alvika terlonjak kaget.
" Hishhh Lo tuh ya di bilangin juga, Jangan nyendiri, gue masih takut sama kejadian dulu " Ucap Zio, terdengar jelas Nada khawatir di suara Zio.
Alvika tak menggubris, Dia malah menyibukkan diri mengecek Tugas OSIS nya.
" Awhh sakit Yo " pekik Alvika saat telinganya di jewer oleh Zio secara tiba tiba. Semua nya melongo melihat interaksi antara Zio dan Alvika.
" Emm Punten kalian ada hubungan apa? Pacaran? " Tanya Rafael hati hati. Alvika dan Zio saling tatap.
" Kita sahabatan dari kecil bukan pacaran lagian gue anggap dia Adek gue " jawab Zio diangguki Alvika.
" Kalian ngapain disini? Kelas kalian bukan disini " ucap Nata yang sedang duduk di atas meja. Akhirnya di Ruang OSIS tersisa Nata, Alvi dan Zia saja.
" Nanti malam ada balapan " Ucap Zia diangguki Alvi dan Nata. Memang di balik wajah polos Zia ada keseganan nya.
" Jangan sampe rahasia kita bocor, kalau bocor habis gue sama Bang Ardion " Ucap Alvika di setujui Zia dan Nata.
___
Segini dulu yak nanti sambung lagi :)
Siang semua :v
KAMU SEDANG MEMBACA
Raga Aldebaran [ TERBIT ]
Fiksi Remaja[ Sanjaya high school Series one ] Tentang perjodohan mereka Raga Aldebaran Sanjaya dan Alvika Ravita Megantara, berawal dari Saling Benci hingga Cinta. memang sih kata orang Benci sama Cinta itu beda tipis dan terbukti dengan adanya mereka berdua...
![Raga Aldebaran [ TERBIT ]](https://img.wattpad.com/cover/242658546-64-k49432.jpg)