Setelah membuang note tersebut,Jennie segera menghubungi Lisa.
"Lisa besok jadi ga?"
"...."
"Okay, jam berapa?"
"...."
"Yaudah bye Lis, aku mau makan cupcake lagi"
Tut
Jennie pun menuju ke meja makan untuk mengambil lagi cupcake, cupcake yang sangat enak.
Jennie jadi teringat laki-laki yang waktu di toko kue tadi. Namanya siapa ya?
"Jae...jae.. jae siapa sih" ucap Jennie bingung
"Oh Jaehyun" ucapnya sambil mengangguk polos.
Ganteng sih, cuma terlalu sempurna untuk seorang Jennie.
••••••
Pagi harinya ,tepat setengah 6 Jennie telah bersiap menggunakan baju larinya yg bermerk Adidas.
Sebenarnya malam tadi Jennie berpikir bahwa hari ini dia akan menyewa sepeda untuk berkeliling.
Tetapi keinginannya itu berubah. Alhasil pagi ini Jennie hanya ingin jogging di dekat taman apartemennya tersebut.
Jennie pun telah keluar dari gedung apartemen. Menghirup udara sejuk di sekitarnya dengan rakus "pagi yang indah" pikirnya.
Pada saat weekend seperti ini tidak ada mobil yang berlalu lalang, kalaupun ada hanya beberapa saja, yah karena masih pagi.
Tentu saja pada waktu pagi hari weekend seperti ini semua orang tertidur, mengistirahatkan badan mereka karena lelah bekerja pada hari-hari biasa.
Tenang, tentu saja tidak semua orang seperti itu, contoh saja Jennie. Minggu pagi ini dia akan melakukan joging pagi ini pun mobil yang berkendara di jalan hanya 1 atau 2 mobil saja.
Jadi jalan menjadi sedikit lebih luas untuk dirinya joging menuju taman.
Dalam perjalanan menuju taman Jennie sesekali melihat bunga yang bermekaran, sangat indah dan cantik.
Burung-burung pun berkicau, sehingga menambah kebahagiaan Jennie. Sesekali Jennie menyapa ketika bertemu tetangganya yang sedang menaiki sepeda mau pun jogging sepertinya.
Jennie sudah terbiasa setiap weekend joging sendiri karena temannya, Lisa, tinggal lumayan jauh dari apartemennya.
Jennie pun sesekali bersenandung kecil mendengarkan lagu dari aerphone nya yang hanya terpasang di salah satu telinganya.
Sebelum sampai di taman Jennie pun membeli sebotol air mineral untuk menghilangkan dahaganya tersebut.
Setelah membeli satu botol air mineral, Jennie pun melanjutkan joging nya menuju ke taman. Dengan membawa botol air mineralnya.
Setelah sampai di taman sang gadis umur 24 tahun tersebut pun duduk di salah satu bangku taman sambil menetralkan nafasnya.
Dia pun memutuskan membuka handphonenya tersebut.
Bermain game online di handphonenya.
Jennie
berdecak sebal karena dia kalah dalam game online tersebut. Jennie pun sadar sudah terduduk bangku ini sekitar sepuluh menit lebih.
Jennie memutuskan untuk melanjutkan joging nya mengelilingi taman tersebut.
Setelah di rasa cukup Jennie pun tertarik menaiki salah satu ayunan yang berada di taman tersebut.
Karena terlalu bersemangat Jennie pun terjatuh dari ayunan yang sialnya dibawah ayunan tersebut bukan pasir. Sehingga dia mengaduu kesakitan.
Tangannya lecet yang menimbulkan darah.
Jangan diragukan apakah lutut Jennie baik-baik saja, sudah pasti lutut nya ikut terluka.
Jennie masih bersyukur karena tidak wajahnya yg mendarat terlebih dahulu.
Jennie dapat pastikan luka yang di dapatkannya hanya luka kecil saja.
Tiba-tiba ada sebuah uluran tangan di depan wajah Jennie. Jennie pun mendongakkan wajahnya untuk melihat pemilik tangan tersebut.
Ternyata pemilik tangan tersebut adalah pria yang kemarin di toko kue.
Oh ya namanya Jaehyun.
"Terimakasih" ucap Jennie pelan,yang masih dapat Jaehyun dengar.
Jennie menerima uluran tangan Jaehyun. Lalu menepuk- nepuk celananya.
"Sama-sama" ucap Jaehyun sambil tersenyum kecil
"Air minum kamu?" tanya Jaehyun sambil menunjuk air mineral Jennie yang terjatuh.
"Hah? Oh iya itu punya saya" ucap Jennie sangat formal seperti atasan dan bawahan.
Jaehyun mengambil air mineral Jennie yang terjatuh . Jaehyun membukakan tutup botol tersebut, menarik kedua tangan Jennie lalu membasuhnya.
"Supaya tidak infeksi" katanya
"Lutut kamu gapapa?" tanya Jaehyun sambil menengok lutut Jennie.
"Nanti saya obati sendiri dirumah saja" ucap Jennie.
Malu sekali apabila menggulung celana training nya tersebut didepan laki-laki yang belum terlalu dia kenal.
Jaehyun menuntun Jennie ke salah satu bangku taman.
Jaehyun merogoh saku celana training nya. Dan mengeluarkan dua plester. Jaehyun pun memasangkannya di telapak kanan Jennie yang terkena luka.
"Nih yang satunya buat lutut kamu" ucap nya sambil memberikan plester tersebut.
"Terima kasih banyak Jaehyun-ssi"
Jaehyun menyadari kecanggungan Jennie pun segera menyahut pembicaraan Jennie.
"Tidak usah terlalu canggung Jennie" ucap Jaehyun tersenyum tipis.
"Okay, terimakasih banyak Jaehyun" ucap Jennie membungkuk kan kepalanya.
Jaehyun yang melihat tingkah Jennie pun menggelengkan kepalanya.
"Yasudah aku pamit dulu ya Jaehyun"
"Bisa jalan?" tanya Jaehyun
"Ini hanya luka kecil, aku masih bisa jalan kok" ucap Jennie sambil tersenyum kecil.
Jaehyun menganggukkan kepalanya.
"Hati-hati di jalan" ucap Jaehyun
Sebelum Jennie berjalan, Jennie pun menganggukkan kepalanya lalu melangkah pergi dari hadapan Jaehyun.
-BERSAMBUNG-
Tinggalkan jejak kalian dengan vote dan comment.
Maaf ya updatenya malem-malem gini😭
Terimakasih sudah membaca cerita ini✨
KAMU SEDANG MEMBACA
DREAM• JAEHYUN
Fanfiction[Completed] Jennie merupakan salah seorang penulis yang sedang kekurangan ide untuk menciptakan sebuah cerita baru. Hingga pada malam harinya terlintas ide di dalam pikirannya untuk menulis kisah hidupnya. WARNING!! BANYAK TYPO BAHASA BERANTAKAN Tid...
