Bab 19

2.4K 288 13
                                        

"Mungkin menjadi orang ke 3 tidak salah, karen dia dan dirinya tidak berjodoh"

💙💙💙


Bel pulang sekolah sudah berbunyi, Aqeela dan teman-temannya sekarang sedang berada di parkiran. Rencananya mereka akan pergi ke suatu tempat terlebih dahulu sebelum pulang.

"Kayanya gue gak ikut" Ucap Aqeela

"Kenapa?" Tanya Sandrina

"Gapapa, gue lagi gak enak badan juga" Ucap Aqeela

"Yahhhh, kalau loe gak ikut gue juga deh. Yuk gue anter pulang" Ucap Ratu

"Gue juga" Ucap Saskia

"Jangan gitu, kalian pergi aja. Gue bisa sendiri" Ucap Aqeela

"Loe masih pusing Qeel?" Tanya Rassya seakan khawatir

"Emang tadi dia sakit?" Tanya Zidan

"Gak usah di bahas, gue pulang. Itu taxi online gue uda dateng di depan gerbang. Kalian Have Fun ya" Ucap Aqeela yang langsung pergi meninggalkan semuanya, suasana hatinya tidak baik itu membuat Aqeela memutuskan untuk tidak ikut selain itu dia juga menghindari Rassya dan Livia untuk menghindari rasa sakit yang dia rasakan.

Saat Aqeela sampai di depan gerbang dia sembunyi di belakang pohon yang ada, sebenarnya dia tidak memesan taxi online hanya saja itu alasan agar dia bisa pergi dari sana. Setelah melihat teman-temannya melenggang pergi, Aqeela langsung berjalan menuju halte.

Jam sudah menunjukan pukul 15.30 dan bus tak kunjung datang sedangkan langit sudah menggelap yang menandakan akan turun hujan, Aqeela sudah menunggu selama setengah jam. Aqeela menyenderkan kepalanya di besi halte sambil mendengarkan lagunya tak berlangsung lama sang awan mencurahkan airnya, bau tanah yang menyejukan membuat Aqeela tenang. Dia meratapi kisah cintanya yang tak kunjung berakhir bahagia, hatinya sangat sakit melihat semua yang terjadi.

Memori Rassya saat memberikan dia coklat, perhatiannya, menunggunya di halte sekolah ini membuat dada Aqeela sesak dan tak terasa air matanya terjatuh. Aqeela menangis dalam diamnya sambil memperhatikan air hujan yang turun satu persatu, dan tiba-tiba ada yang memakaikan jaket di pundaknya membuat Aqeela terkejut.

"Zidan?" Kaget Aqeela

"Selalu kalau ketemu loe, loenya nangis. Perasaan saat gue dateng pertama kali ke sekolah ini, loe adalah pribadi yang periang" Ucap Zidan, yang hanya di senyumi oleh Aqeela

"Terus, bukannya loe tadi bilang ke anak-anak kalau loe uda pesen taxi online? Lah kenapa loe malah ngejogrog di Halte, liatin hujan dengerin lagu pakek headshet terus nangis. Loe tau gak loe kaya apa?" Ucap Zidan

"Kaya apa?" Tanya Aqeela

"Kaya Sad girl" Ucap Zidan

"Emang gue sad girl, terus loe kenapa gak ikut anak-anak?" Tanya Aqeela

"Karena gue ada ekskul Karate" Ucap Zidan

"Ohh" Jawab Aqeela

"Yuk, gue anter pulang" Ucap Zidan

Sorry Aqeela {COMPLATE}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang