Bab 27

2.3K 275 42
                                        

Cinta tak pernah salah, yang salah adalah waktu. Cinta datang tanpa permisi di waktu yang tidak tepat

✨✨✨

Aqeela masih di rumah Darren, menemaninya sampai Darren tertidur. Lalu dia izin pulang karena jam sudah menunjukan pukul 17.00 dia harus bergegas pergi karena ada janji dengan Zidan. Setelah sampai rumah Aqeela langsung bersiap-siap, tetapi saat memilih baju dia bingung harus memilih baju apa.

"Lah kenapa gue bingung, bodoh banget si lo Qeel, lo kira mau ngedate apa" ucap Aqeela pada dirinya sendiri

Aqeela memutuskan untuk memakai baju berwarna putih yang dia lapisi jaket denim dan memakai celana jeans, jam sudah menunjukan pukul 18.00 dan Aqeela pun bergegeas untuk pergi ke taman sebelum jam 18.18. Jarak rumah Aqeela ke taman tak jauh hanya 15 menit.

Saat sampai, Aqeela langsung mencari keberadaan Zidan, entah kenap pada jam 18.18 lampu taman itu redup membuat Aqeela terkejut dan dari arah yang beralawanan ada setitik cahaya.

"Zidan" Ucap Aqeela dengan ragu-ragub

"Selamat datang Qeel" Ucap Zidan dengan membawa aebuah wadah kaca entah apa isinya tetapi itu memancarkan cahaya

"Itu apa?" Tanya Aqeela

"Duduk dulu" Ucap Zidan menyuruh Aqeela duduk di bangku taman

"Cob kamu buka ini" Ucap Zidan lagu dan memberikan wadah kaca yang ada di tangannya, saat Aqeela membuka terbanglah beberapa kunang-kunang membuat Aqeela terpanah melihatnya

"Wahhhh bagus banget" Ucap Aqeela terpanah

"Kamu suka?" Tanya Zidan

"Sangat, terimakasih" Ucap Aqeela dengan senyum manisnya

"Qeel, boleh aku ngomong sesuatu?" Tanya Zidan

"Boleh" Ucap Aqeela dengan hati yang tak karuan

"Seperti malam, hidup ku dalam kegelapan Qeel. Aku tak punya lagi cahaya untuk menyinari hidup ku lagi, tapi saat aku masuk ke gerbang sekolah di mana yang tak pernah aku bayangkan, aku berdiri di sana melihat seorang wanita yang tersenyum dengan manis tetapi dengan tatapan yang menyayat" Ucap Zidan sambil menatap awan yang bertabur dengan bintang

"Bahkan sang malam saja mempunyai bintang untuk menyinarinya, tetapi dalam hidup ku tidak. Dan untuk sekarang, aku sudah menemukan bintang ku, kunang-kunang ku, cahaya ku, sang wanita pemilik senyum manis dan tatapan menyayat. Kamu tau siapa dia?" Tanya Zidan menatap Aqeela dengan tatapan sendunya sedangkan Aqeela hanya menggelengkan kepala

"Itu kamu Qeel, kamu adalah penerang dalam gelap ku, izinkan aku memiliki rasa yang dititipkan tuhan ini dalam hatiku Qeel, aku tak mengharapkan kamu untuk menjadi kekasih ku. Hanya izinkan aku untuk selalu melihatmu tersenyum berada di sampingmu di kala kamu tersedih. Tanpa kamu ketahui tawa dan senyum mu sangat berarti untuk ku" Ucap Zidan, membuat Aqeela menangis.

"Jangan menangis, setiap tetesan air mata di pipimu membuat satu jarum tertusuk di hatiku" Ucap Zidan

"Maaf Maaf" Hanya itu yang bisa Aqeela ucapkan

"Untuk apa?" Tanya Zidan

"Aku tak bisa membalas setiap apa yang kamu rasa terhadapku, maafin aku" Ucap Aqeela

Sorry Aqeela {COMPLATE}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang