Dua Puluh Enam

22.4K 2.3K 109
                                    

Voment bund~







Saat itu masih pukul 7 dimana mereka memulai sarapannya, masih sangat pagi namun tak heran haechan merasa lapar sekali, semalam itu dia melewatkan makan malamnya

Ia makan dengan lahap dan ceria di depan mark, sedangkan pria yang di depannya hanya diam menyantap sarapannya

Tak lama setelah itu hendery datang dengan sedikit tergesa dan berhenti ketika menemui ada orang di meja makan

"apa yang kau lakukan disini di pagi hari?" tanya hendery pada mark

Mark hanya mengendikkan bahu membalas ucapan hendery dan kembali melanjutkan makannya

Hendery kemudian berhenti di belakang haechan, ia melewatkan sarapan disana agar segera sampai di apartemennya, lalu mendapatkan mark dan haechan yang tidak melakukan apa-apa selain sarapan membuatnya tidak panik lagi

Hendery makan makanan haechan, haechan tidak keberatan yang ia masalahkan hanya hendery yang betah menyenderkan dagunya di kepalanya saat sedang memakan sarapan haechan

Haechan mendorong-dorong hendery yang di belakangnya karena sedari tadi hendery masih betah berdiam disana, bukannya menjauh, hendery malah memeluk haechan dan menenggelamkan wajahnya di rambut haechan yang ia suka aromanya karna haechan baru saja mencuci rambutnya

"kenapa di pagi hari kau sudah sewangi ini sih" mengeratkan pelukannya pada adiknya, haechan sudah ingin menangis saja, pelukan hendery begitu erat dan mengganggunya

Bahkan mark saja jengah melihatnya dan berdecih menyaksikan drama keluarga di hadapannya

Hendery kemudian melepasnya dan pergi ke kamarnya untuk mandi




Mark menyudahi sarapannya dan berniat pergi dari sana, sebelum haechan membuka mulutnya

"kau mau kemana?" tanya haechan manyun menyadari mark yang tengah merapikan penampilannya sedikit

"aku akan kembali ke kantor sebentar" ucap mark yang membuat haechan semakin merengut

Mereka hanya akan menghabiskan waktu bersamamu begini, setelah semalam bermesraaan lalu mark akan meninggalkannya?!

"Ada apa?" tanya mark

"jangan pergi" ucap haechan lirih

"aku akan kembali nanti, ada hal yang harus aku urus sebentar" ucap mark meyakinkan

Haechan tidak menjawab malah semakin menyurut merengutkan bibirnya

"kenapa lagi kali ini haechan?" tanya mark jengah, ia sudah berdiri di depan haechan yang duduk di bangkunya

"aku tidak mau kau pergi" ucap haechan masih bertahan pada ucapannya tadi untuk tidak membiarkan mark pergi

"aku akan menjemputmu nanti sepulang bekerja" ucap mark mengalah melihat haechan yang masih betah merengut

"ingin ikut~" rengek haechan

Mark memijat keningnya, merasa migrain tiba-tiba menyerangnya di pagi hari, "bersiaplah kalau begitu" ucap mark pasrah

Haechan tersenyum mengangguk dan kembali ke kamarnya, ia mengambil hoodie, memakainya dan membiarkan bawahannya baggy pants berwarna navy nya


























Sesampainya di kantor, mereka berjalan beriringan menuju lift, dan kini mereka berdua berdiri di depan pintu lift

"haechan?" mendengar suara dari sebelahnya membuat haechan menoleh, dan menemukan renjun berdiri di depan lift sebelahnya, menunggu lift terbuka

Ma Seule | Markhyuck ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang