Jangan lupa follow, vote dan komen:)
Kalo ada typo tandain ya😉
-Happy Reading-
"Abang mau ke mana lagi?" tanya Lesya. Saat ini keduanya baru saja selesai menikmati makan malam mereka.
"Mau keluar sebentar, mau ikut?" ujarnya seraya berjalan menjauh dari itu makan menuju kamarnya.
"Enggak," jawab Lesya mengikuti langkah Leon. Karena kamar mereka yang memang bersebelahan.
"Ya udah, kalo ada apa-apa telpon abang ya." Setelah mengambil jaketnya Leon langsung turun lagi.
Lesya hanya mengangguk, menanggapi ucapan sang abang. Lalu masuk ke dalam kamarnya.
Merebahkan tubuhnya dikasur empuk itu seraya menatap layar ponselnya.
Mengetikkan beberapa pesan untuk sang pujaan hati, siapa lagi kalau bukan Zardan.
Zardan❤
Malam Zardan, lagi ngapain?
20:45
Jangan lupa makan ya.
20:48
Kamu udah tidur?
21:00
Selamat tidur❤ jangan lupa mimpiin aku ya😄
21:15
Lesya menatap ponselnya sedih, bahkan pesannya yang semalam saja masih tak di baca oleh Zardan. Namun, ia tetap saja mengirimkan pesan.
Memang sudah menjadi kebiasaannya sejak lama dan juga Lesya tak peduli jika pesannya tak dibaca oleh Zardan, tapi apa boleh ia masih berharap sedikit saja agar Zardan bisa menghargai perasaannya.
Bukan malah, menolaknya seperti kemarin. Lesya berpikir, apa yang kurang dari dirinya. Bahkan siswa SMA Bakti banyak menganguminya, hanya Zardan yang sama sekali tak menatapnya kagum.
Lesya membuka galeri ponselnya, melihat foto Zardan yang selalu ia ambil diam-diam saat laki-laki itu tengah bermain basket.
Menatap foto itu penuh kagum dan berharap suatu hari nanti, senyum itu ditunjukkan padanya.
Kapan Zardan liat aku?
Batinnya selalu bertanya hal demikian, apa ia yang terlalu berharap padahal laki-laki itu jelas menyuruhnya agar berhenti.
Apa yang ia lakukan selama ini, hanya dianggap biasa saja?
Lesya menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Jika ia terus-terusan memikirkan hal itu, maka hanya akan mengingatkannya pada penolakan Zardan waktu itu.
Lebih baik sekarang ia tidur, menyiapkan diri untuk hari esok dan kembali memperjuangkan cintanya.
Perlahan mata itu terpejam bersamaan dengan layar ponselnya yang juga mulai menghitam. Bahkan sampai Lesya tertidur pun, pesan itu tak kunjung dibaca oleh Zardan.
***
"Zaya, kami duluan ya," pamit Nina yang sudah siap di atas motor milik Niko.
"Iya kak, hati-hati Nik bawa motornya," ujar Zaya seraya tersenyum. Niko mengacungkan jempolnya pada Zaya, lalu melajukan motornya meninggalkan halaman Cafe Anta.
KAMU SEDANG MEMBACA
Zardan & Zaya [END]
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM BACA YA] [TERBIT] Zaya kehilangan semuanya, hidupnya seolah tak lagi berarti sebab penyakit yang dideritanya. Ia juga harus hidup di sebuah panti asuhan. Namun, ada satu nama yang berhasil membuatnya kembali ingin tetap hidup dan ba...
![Zardan & Zaya [END]](https://img.wattpad.com/cover/251045524-64-k201459.jpg)