[SLOW UPDATE!] [BxB] [Mature] [Agegap] [school] [InspiredBy jiji_laan keelunderlove]
Mau kuceritakan sebuah kisah? Tentang seorang laki laki yang bertekuk lutut pada pria berumur jauh diatasnya.
Rela mengubah hidupnya bahkan berani menghadapi apa y...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
⛅⛅⛅
.
Yangyang menguap -entah untuk yang keberapa sepanjang pelajaran pagi ini. Kelas sosial selalu sukses membuat matanya terasa berat. Apalagi ini bukanlah kali pertama Ssaem menerangkan materi. Di ulang, karena ada saja murid yang tak paham.
Yangyang mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kelas. Dari dua puluh manusia yang duduk di bangku, Yangyang menghitung tak ada satu perlima memperhatikan. Kim Jungwoo mungkin termasuk, karena sejak tadi, lelaki bersurai lembut itu cukup antusias.
Lainnya, ada Mark Lee, tak lebih baik darinya, sibuk mencorat coret di atas kertas, bisa seratus persen ditebak, bukanlah tentang pelajaran. Atau Karina Yoo, yang menumpukan kepala pada boneka berunang kesayangan, nyaris terpejam jika teman sebelah tak menepuk pundaknya secara berkala.
Atau Lucas Wong, yang sejak tadi mencuri pandang pada pemuda Xiao disebelah Yangyang. Membuat moodnya rusak seketika. Tak ada lagi minat untuk melanjutkan aktifitas mengamati. Sedangkan yang di curi pandangnya justru sibuk melamun. Setelah memastikan perekam suara lewat salah satu layanan ponsel bekerja.
Dasar buaya darat! Ia tak akan sudi menyerahkan sang sahabat padanya!
Ssaem masih sibuk mengoceh didepan. Tak menyadari bahwa sebagian besar siswa menahan bosan sekaligus kantuk yang menyerang.
Ngomong ngomong, ia berencana menghabiskan sore dengan santai hari ini. Yangyang libur dari kelas belajar di apartemen Kun. Mencoba menata hatinya yang masih berantakan.
Mungkin jalan jalan mengitari pusat perbelanjaan, atau sekedar pergi ke toko buku. Opsi lebih baik, perpustakaan kota. Sekalian ia melahap hot pot yang menggoda selera. Letaknya persis diseberang jalan, harganya juga cukup terjangkau. Tak terlalu mencekik dompetnya.
Lupakan sejenak masalah Johnny, itu tak akan ada jalan keluarnya.
Kecuali, lelaki jangkung itu punya kekuatan imortal menghidupkan orang mati. Seperti yang ada dalam bioskop fantasi. Haechan biasa yang bercerita, karena Yangyang sejatinya, tak pernah benar benar tenggelam dalam alur.
"Pst! Dejun"
Pemuda Xiao itu menoleh malas. Oh, Tuhan, ia baru saja mengimajinasikan hal hal luar biasa. Kenapa harus dibuyarkan? Nanti ia harus menyusun skenario dari awal. Menyebalkan.