⛅SePuLuH⛅

402 55 4
                                        



Comment dan Vote kalau kalian suka ceritanya~


Enjoy Reading Yeorobun ^-^



Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

⛅⛅⛅

.


Kun menatap Yangyang dengan sorot mata tak terbaca, tangannya menggenggam sekaleng soda yang ia ambil dari lemari pendingin. Pemuda Liu itu masih bergelung dibalik selimut setelah kelelahan cum berkali kali. Menuruti segala hawa nafsunya yang melingkupi.

Lelaki yang menginjak akhir dua puluh itu menghentikan semua kegiatanya ketika Yangyang mengecup bola matanya. Hanya diam terpaku, hingga sosok dibawahnya terbang ke alam mimpi. 

Sampai detik dimana rasa haus menerjang, Kun baru meraih celananya di lantai. 

Aku mencintaimu..

Kun menarik nafas dalam, beranjak menuju jendela lebar yang menghadap ke arah sport area. Dibawahnya, terbentang kolam renang yang tampak begitu cantik dengan beberapa lampu disekelilingnya.

Ini bukan kali pertama Yangyang mengungkapkan pernyataan cinta. Awalnya, Kun hanya berspekulasi itu merupakan efek dari kegiatan panas yang mereka lakukan. Namun, semakin hari, ia merasa harus berpikir ulang tentang anggapannya selama ini.

Dan jika Yangyang benar benar jatuh, ia akan menghentikannya dengan banyak alasan. Bukankah pemuda Liu itu mengerti jika ia masih begitu terikat pada cinta pertamanya?

Yeah, meski cinta pertamanya telah berada dipelukan orang lain, sakral dan Kun yakin ia  memiliki akal sehat untuk menghancurkannya.

Namun, menyingkirkan rasa yang telah melekat selama bertahun-tahun tetaplah bukan hal mudah.

Coba saat itu ia berani mengungkapkan, mungkin penyesalan tak akan datang pada hidupnya. 

Suara geliat Yangyang membuat Kun tersadar dari lamuan, menoleh dan menemukan sepasang obsidian gelap itu masih tertutup rapat. Tertidur pulas dengan meringkuk nyaman yang diposisikan Kun sebelum melangkah menuju dapur.

Dalam diam, Kun menebak-nebak apa yang diajukan Yangyang kali ini.  Merujuk pada ajakan menjadi patner sex, Kun yakin ini masih ada hubungannya dengan itu. Atau mungkin tidak? Meminta lebih banyak waktu bermain game misalnya.

Kun bukannya tidak tau kecintaan pemuda diatas ranjangnya itu pada game. Namun, Kun mengetahui akselerasi tidaklah semudah kelihatannya. Menurutnya, Yangyang harus mengurangi, demi menunjang pendidikan agar tetap bertahan di kelas atas.  Lagipula, dalam beberapa kasus, ia akan benar benar patuh pada Kun.

INterlude [KUNYANG] || Present ; pria bercangkir biruTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang