Comment dan Vote kalau kalian suka ceritanya~
Enjoy Reading Yeorobun ^-^
.
⛅⛅⛅
.
Mau seberapa kecewanya dia semalam, mau seberapa rasa tak suka menguasainya semalam, mau seberapa menyesalnya ia semalam. Yangyang tetap pamit pulang pagi itu. Tanpa bercerita apapun pada Ten, tentu. Meski lelaki cantik yang sedang menyiapkan sarapan menatap penuh selidik kearahnya.
"Aku tidak mempunyai masalah apapun" Keningnya berkerut, mengangkat bahu.
Pemuda Liu itu berusaha keras tampak tak peduli, menahan raga untuk tidak menghambur kepelukan Ten dan menangis tersedu-sedu. Menumpahkan semua yang menjadi kegelishannya.
Bukan, bukan gengsi yang terlampau tinggi menguasai.
Namun, percakapan sang papi dengan Johnny semalam yang tak jua mau pergi dari kepalanya. Ada setitik rasa bersalah menyerang sisi terdalam hati, yang dengan cepat dihapusnya. Membuang jauh jauh, melemparinya dengan berbagai macam makian kotor.
Tersentil dengan kenyataan pahit yang selama ini terpampang didepan mata. Meski sudah dihitung masa lalu, tapi sebuah kenyataan tetaplah kenyataan, tak bisa disanggah begitu saja
Johnny pantas mendapatkannya.
Atau, justru pantas untuk ia benci seumur hidup.
Sebuah bunyi khas menyerit jerit di sekitar ruang tengah apartemen Yangyang. Bunyi bel, tentu saja, dan manusia mana yang beraninya mengusik acara malas malas ditempat tidurnya? Ini hari minggu, sialan!
Yangyang mengerang, mau tak mau bangkit dari kasur. Tanpa peduli apapun, ia beranjak membuka menuju benda setinggi dua meter berbentuk persegi panjang sebagai jalan satu satunya untuk masuk apartemen.
Dan manusia sialan yang baru saja diumpati Yangyang, adalah Xiaojun, yang kini tersenyum lebar didaun pintu dengan ransel tersampir dipundak. Yang dimana seketika luntur mendengar pekikan Yangyang bodoh dihadapan.
"Kau kabur dari rumah!?"
Xiaojun seketika menoyor kepala Yangyang. Membuat pemuda Liu itu sedikit terhuyung kebelakang. Xiaojun tak peduli, menerobos masuk kedalam apartemen, lebih tepatnya kekamar, setelah melemparkan ranselnya kesofa.
Yangyang bersedekap, meneliti sahabatnya dari atas kebawah. Xiaojun tengah membongkar lemarinya. Entah apa yang pemuda itu lakukan, Yangyang tak begitu peduli. Dahinya seketika berkerut, menyadari ada yang berbeda dari sosoknya.
"Kau mewarnai rambutmu lagi?"
Xiaojun menoleh sejenak, mengangguk, tanganya refleks menyentuh surai yang kini berwarna blonde. Lantas segera menurunkannya dan kembali sibuk dengan baju baju didalam lemari. Membuat Yangyang kembali mengerutkan dahi.
"Kau habis berkencan?"
Xiaojun menghentikan aktifitasnya sejenak. Perlahan menatap Yangyang.
"Jangan mengada ada.. dimana jaketmu?"
Yangyang memilih mengangkat bahu, meski masih menyimpan rasa penasaran. Menunjuk kapstok di dekat televisi, yang sejatinya bisa dilihat dari tempat Xiaojun berdiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
INterlude [KUNYANG] || Present ; pria bercangkir biru
Fanfic[SLOW UPDATE!] [BxB] [Mature] [Agegap] [school] [InspiredBy jiji_laan keelunderlove] Mau kuceritakan sebuah kisah? Tentang seorang laki laki yang bertekuk lutut pada pria berumur jauh diatasnya. Rela mengubah hidupnya bahkan berani menghadapi apa y...
![INterlude [KUNYANG] || Present ; pria bercangkir biru](https://img.wattpad.com/cover/246865001-64-k975014.jpg)