Comment dan Vote kalau kalian suka ceritanya~
Enjoy Reading Yeorobun ^-^
.
⛅⛅⛅
.
Yangyang tersenyum lebar di ruang yang dipenuhi alat musik. Hari ini Ten mengizinkannya pergi, sembari memaksa untuk mengantongi alamat studio kenalannya.
Dan setelah memenuhi permintaan Ten, Yangyang justru melongo tak percaya. Ini bukan sekedar studio musik. Studio yang awalnya sempat ia remehkan ini punya kelas vocal, studio dance -yang dikelola oleh Ten- bahkan panggung pertunjukan menakjubkan.
"Keren" desis nya meraba sebuah biola yang konon ia ingat menyandang di peringkat dua sebagai yang terbaik.
"Kau suka biola?" Seorang wanita cantik bersuara, ia pemilik tempat ini, Lee Hayoun.
Yangyang menoleh, ia sudah berkenalan dengannya barusan, tepat sebelum masuk.
"Aku bisa memainkannya" Yangyang berkata, tanpa niat sombong terselubung.
"Oh ya? Coba tunjukan!"
Yangyang mengambil biola yang tersandar di kaca itu dengan hati hati, memperlakukannya lembut. Seolah benda kayu itu bisa kapan saja hancur ditangannya
Dalam posisi sedemikian rupa, senar itu mulai tergesek, meluncurkan melodi lagu klasik yang cukup terkenal.
Nada nada yang ia puncaki. Sepasang netra obsidian yang terpejam, juga sinar matahari yang menyelunsup masuk, seolah menjadi satu kesatuan yang indah. Menghipnotis siapa saja yang membuka mata, memaksa untuk menunjukan titik perhatian pada dirinya.
"Woah itu...." Seorang lelaki tampan memecah hening tepat setelah Yangyang menurunkan biola.
"Jaehyun!" Pekikan sang wanita kini menjadi satu satunya yang menggelegar di studio. "Sedang apa kau disini?"
"Johnny sibuk, jadi aku datang untuk menjemputnya" Jaehyun menunjuk Yangyang menggunakan dagu.
"Ten mengirimkan pesan beberapa saat lalu padaku, dia sedang sibuk memasak"
Jaehyun mendekat, mengulurkan tangannya pada Yangyang. "Jung Jaehyun"
Sepasang netra yangyang menyipit, menyusuri tampilan lelaki tampan dihadapannya dari atas ke bawah "Kau kakak kelasku?"
"Oh kau juga dari sekolah yang sama?"
Yangyang mengangguk, " Dan kau mengenal Johnny? Bagaimana bisa?" Menyelidik.
Jaehyun berdehem pelan, "itu cerita yang panjang, kau mau pulang sekarang?"
"Tidak, aku mau bicara sebentar dengan Yangyang" wanita itu angkat suara.
"Jae, kau pergi dulu, merusak suasana tau!"
Sebuah jari telunjuk taracung tepat di wajah Jaehyun, lantas bergerak ke kanan kiri, menyuruh lelaki itu menyingkir.
"Dia keponakanku yang menyebalkan, abaikan saja, selalu seperti itu" Hayoun mengekor punggung lebar Jaehyun yang kini melangkah kesal menuju pintu keluar.
KAMU SEDANG MEMBACA
INterlude [KUNYANG] || Present ; pria bercangkir biru
Fanfiction[SLOW UPDATE!] [BxB] [Mature] [Agegap] [school] [InspiredBy jiji_laan keelunderlove] Mau kuceritakan sebuah kisah? Tentang seorang laki laki yang bertekuk lutut pada pria berumur jauh diatasnya. Rela mengubah hidupnya bahkan berani menghadapi apa y...
![INterlude [KUNYANG] || Present ; pria bercangkir biru](https://img.wattpad.com/cover/246865001-64-k975014.jpg)