[SLOW UPDATE!] [BxB] [Mature] [Agegap] [school] [InspiredBy jiji_laan keelunderlove]
Mau kuceritakan sebuah kisah? Tentang seorang laki laki yang bertekuk lutut pada pria berumur jauh diatasnya.
Rela mengubah hidupnya bahkan berani menghadapi apa y...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
⛅⛅⛅
.
Disinilah Yangyang, diantara deru mesin yang beradu bercampur sorak sorai dari bangku tribun. Juga kepulan debu, bersatu dengan udara tengah malam, tanpa tahu kondisi berhembus. Mengibarkan beberapa slogan yang dibawa penonton. Satu dua, sibuk berpelukan, saling menghangatkan, sambil terus berteriak, beberapa lainnya, justru tak tau malu sibuk berlumat lidah. Membuat bulu kuduk Yangyang sedikit berdiri.
Han yang memang punya keahlian luar biasa soal mesin, baru saja mengecek seluruh tetek bengek mobilnya. Memastikan kereta besi itu masih bisa dipakai untuk pertandingan utama hari ini. Kini duduk angkang kaki di salah satu kursi yang disediakan Chris khusus untuk para pembalap. Disebelah Yangyang, Lino tampak menghitung uang hasil taruhan. Puluhan lembar pecahan ratusan bermata uang won itu resmi masuk dompet Yangyang kali ini.
"Uangku akan bertambah dua kali lipat jika kau memenangkan putaran terakhir melawan Sungchan nanti" Katanya, tertawa.
Yangyang mendengus. Yang dipegang Lino itu ada haknya ya, jangan macam macam
"Tenang saja, bagianmu tetap lebih banyak" Han berucap, lantas memelototi pacarnya yang masih sibuk dengan lembaran alat tukar tersebut.
Keduanya kalah di putaran kedua, melawan Changbin. Selisihnya tak banyak, hanya seperempat meter. Namun tetap saja, Lino dan Han, yang terkenal licik, tetap menadapat bayaran lebih. Berhasil membuat Yangyang geleng geleng kepala, takala Lino dengan senyum lebar terpampang, mengibaskan segepok uang.
Pandangan Yangyang kini beralih pada Felix. Lelaki kecil itu cukup gila setelah resmi putus dengan Hwang. Bukan gila sungguhan, namun lets see..
Tubuh kecil Felix terbungkus sweeter kebesaran yang menutupi sampai ke pantat, begitu jelas karena sosoknya tangah duduk ditersiram cahaya lampu start. Sebagai bawahan, ia hanya mengenakan celana pendek ketat. Memamerkan tungkai mulusnya pada semua orang. Ditangan indahnya, lelaki berkewarganegaraan Australia itu mengenggam bendera sirkuit. Memainkanya dengan begitu lihai.
"Hwang benar benar membuang berlian berharga" Han berbisik, mengikuti arah pandang Yangyang.
"Yeah, mybe, tipe Hwang memang cowok polos culun seperti In" Han dengan pipi chubby-nya itu menambahkan, telunjuknya terarah pada seorang lelaki bewajah menggemaskan, berkacamata dan ada dalam rengkuhan lelaki lainnya yang bersurai pirang dikucir ekor kuda.
"Kalau aku masih menjomblo, aku pasti sudah mengencani Felix" Kali ini mendengus, melirik sang pacar, sambil menggelengkan kepala. "Aku masih terheranan heran bagaimana bisa hidup satu atap dengan si manja itu setahun terakhir"