Comment dan Vote kalau kalian suka ceritanya~
Enjoy Reading Yeorobun ^-^
.
⛅⛅⛅
.
"Dejun"
Lelaki bersurai shaddle brown yang tengah menaruh kepalanya diatas meja itu menjawab dengan deheman singkat, hanya memberi sinyal bahwa ia mendengar suara sang pemanggil. Entah angin apa yang membuat Xiaojun tak beranjak dari kelas, padahal lelaki itu punya sejuta alasan untuk keluar darinya.
Yangyang, menatap ponselnya dengan kosong, bergulir mengikuti deretan angka yang disebelahnya terlihat garis memanjang sebagai pembatas. Angka angka itu membentuk satu kesatuan yang disebut nominal, berpecahan won sebagai satu satunya alasan untuk bertahan hidup ditengah hiruk piruk kota yang sebenarnya kejam.
Keduanya kini tengah duduk diatas bangku, mengabaikan jam istirahat yang otomatis membuat kelas bak tak berpenghuni, karena semua memilih berhamburan mengisi perut, atau melepaskan stres karena pelajaran tepat sebelum jam istirahat adalah matematika.
"Kau punya saran kerja part time untuk usiaku?"
Ucapan Yangyang membangunkan Xiaojun dari duduk semi malasnya. Membuat sepasang bola mata bening itu membulat lebar.
Apa gerangan sahabatnya ini menanyakan pekerjaan?
Untuk ukuran siswa sekolah tingkat akhir, tabungan Yangyang tidak bisa dibilang sedikit. Hasil dari taruhan balapan liarnya atau kemenangannya dalam komentisi game online. Kehidupan hedon juga tak menghampiri Yangyang, membuat nominal tabungan tak kunjung menyurut.
"Apa kau membeli set charles hollander untuk koleksi yang menguras seluruh tabunganmu?" Xiaojun bertanya tanpa berpikir.
Yangyang menggeleng, mengusak rambutnya frustasi. Kapan Xiaojun tak mengeluarkan selera pemikiran anehnya?
Ia bahkan tidak tertarik dengan cherles charles apalah itu... Menyebalkan.. pasti sesuatu dengan harga selangit.
"Aku tidak bermain game selama tiga bulan, jadi yeah, tidak ada pemasukan sama sekali ke dalam kantung"
"Lalu biaya makan, tagihan listrik dan air selama tiga bulan ini, kau menggunakan uang tabungan mu begitu??" Bola mata Xiaojun masih terbuka lebar lebar, menuntut penjelasan.
Pemuda Liu itu sejenak menatap Xiaojun, mengangguk, lalu kembali mengalihkan anstesi pada nominal angka angka diponsel. Jika kemalangan ini terus berlanjut, bisa bisa, ia diseret Ten kembali tinggal dirumah.
"Juga buku latihan soal, dan beberapa pengeluaran lain" Yangyang menambahkan.
Xiaojun menutup mulutnya dengan tangan, yang terbuka karena terkejut. Disatu sisi masih bertanya tanya alasan masuk akal mana yang membuat Yangyang menghentikan semua kesenangan sekaligus sumber uang.
Ya meski, beberapa hari yang lalu, pemuda Liu itu kembali ke arena.
"Itu sebenarnya uang untuk kuliah, aku ingin mengisinya kembali. Jadi kau punya saran untukku tidak?"
Xiaojun menggeleng, "Satu satunya saran, kau kembali bermain.. selesai!"
Silahkan katakan itu pada set game yang berada diapartemen Kun, Xiao De Jun..
KAMU SEDANG MEMBACA
INterlude [KUNYANG] || Present ; pria bercangkir biru
Fanfiction[SLOW UPDATE!] [BxB] [Mature] [Agegap] [school] [InspiredBy jiji_laan keelunderlove] Mau kuceritakan sebuah kisah? Tentang seorang laki laki yang bertekuk lutut pada pria berumur jauh diatasnya. Rela mengubah hidupnya bahkan berani menghadapi apa y...
![INterlude [KUNYANG] || Present ; pria bercangkir biru](https://img.wattpad.com/cover/246865001-64-k975014.jpg)