Comment dan Vote kalau kalian suka ceritanya~
Enjoy Reading Yeorobun ^-^
.
⛅⛅⛅
.
Kun menyeritkan dahi ketika membuka aplikasi chat. Ia merasa tidak membuka obrolan apapun kecuali milik Joshua semalam. Siapa yang lancang membuka ponsel tanpa seizinnya?
Namun, Kun tak berniat memusingkan hal itu, ada yang lebih penting sekarang.
"Josh"
Lelaki blonde yang tengah menatap meja panjang berisi kue tartata rapi itu menoleh seketika. Shift kasirnya tengah digantikan oleh karyawan lain. Membuatnya tak banyak protes saat Kun menghampiri lalu melempar senyum tanpa dosa kearahnya.
Pasti ada sesuatu..
Berteman bertahun tahun dengan Kun, membuat Joshua hafal luar kepala bagaimana tingkah lelaki itu. Ah, terkadang ia pun heran sendiri bagaimana ia bisa betah disuruh ini itu seenaknya oleh Kun, padahal punya gaji yang cukup besar hanya dengan menghitung uang dan memberi senyum manis ketika pelanggan membayar.
Joshua mungkin lupa jika yang memberinya gaji setiap bulan adalah Kun
"Apa?"
Kun menarik beenchair dihadapan Joshua, mencari posisi nyaman lantas mengulurkan ponselnya. Lelaki blonde itu tanpa aba, menyambutnya. Bola mata Josua bergerak saat membaca pesan yang diterima secara otmatis setelah berputar didalam satelit.
Ah, sudah lama Kun tak mengadu padanya seperti ini. Lelaki diseberangnya punya rasa angkuh luar biasa tinggi. Memutuskan sesuatu dengan matang, mutlak dan tak bisa dibantah adalah ciri khasnya dan semua orang tau itu.
Satu satunya yang bisa membuat Kun kalut, panik dan harus meminta pendapat orang lain, adalah Ten.
Ya, hanya dia.
Satu kampus dengan Kun sejak kuliah, membuat Joshua mengerti persahabatan antara pemilik restoraunt tempatnya bekerja -Kun, tentu saja, siapa lagi?- dengan lelaki tahiland yang sudah terjalin sejak lama, ditambah Kim Doyoung. Ketiganya berhasil membangun opini friendship goals di pikiran sentero kampus.
Apalagi keterlibatan dirinya pada hidup Kun saat bersama mendirikan restoran ini, juga berdiri disamping Kun saat sedang begitu jatuh dalam hidup. Otomatis, membuat Kun semakin menempel padanya.
Lagipula, Joshua juga merasa dirinya diuntungkan. Sejak dahulu, ia mencintai dunia kuliner, bercita cita menjadi koki disebuah restoran. Sayang, minatnya tak terlalu sejalan dengan bakat. Membuatnya, -dengan amat terpaksa- mengambil jurusan psikologi, dengan kepribadiannya yang lembut dan tak mudah marah.
Joshua bisa memasak, tapi jelas rasanya tak bisa dibandingkan dengan para koki yang direkrut Kun dengan seleksi kuat, apalagi jika dibandingkan dengan masakan Kun sendiri. Ia lebih tertarik menenggelamkan diri disungai han dari pada melakukanya.
Dan takdir mengulurkan tangan dengan mempertemukannya pada Kun, yang tengah kebingunan arah, patah hati dan nyaris bunuh diri. Bebekal ilmu yang didapatkannya dari bangku kuliah, Joshua membantu Kun bangkit dari keterpurukan, dan berakhirlah mereka seperti ini. Membangun kembali resto yang sempat terbengkalai.
KAMU SEDANG MEMBACA
INterlude [KUNYANG] || Present ; pria bercangkir biru
Fiksi Penggemar[SLOW UPDATE!] [BxB] [Mature] [Agegap] [school] [InspiredBy jiji_laan keelunderlove] Mau kuceritakan sebuah kisah? Tentang seorang laki laki yang bertekuk lutut pada pria berumur jauh diatasnya. Rela mengubah hidupnya bahkan berani menghadapi apa y...
![INterlude [KUNYANG] || Present ; pria bercangkir biru](https://img.wattpad.com/cover/246865001-64-k975014.jpg)