⛅L~I~M~A⛅

504 69 30
                                        


Comment dan Vote kalau kalian suka ceritanya~


Enjoy Reading Yeorobun ^-^


Yang merasa belum biasa sama 🔞🔞🔞 mohon menepi dulu


.

⛅⛅⛅

.


Xiaojun sialan! Seharusnya ia tadi tidak perlu mempercayai ucapan Xiaojun ditelpon dan tetap melanjutkan berkumpul dengan teman temannya meski tanpa balapan.

Ia sudah duduk kesemutan disini selama nyaris tiga setengah jam karena memepercayai rentetan kalimat jika pemuda Xiao satu itu jika 'mereka selesai sebentar lagi'

Sebentar apanya!

Lihat saja, ia akan membenturkan kepala Xiaojun ke dashboard mobil, nanti!

Lagi lagi, Yangyang harus menolak tawaran lelaki cantik yang bekeliaran membawa baki dengan gelas berkaki tinggi tertata diatasnya. Tidak kah mereka punya mata jika Yangyang sudah memiliki minuman sendiri?

Bahkan sebotol Vermouth yang ia tuang ke sloki, masih tersisa setengah. Yangyang memesan setengah jam lalu, -jangan lupakan sekotak donat yang sudah berpindah ke perutnya- lalu melimpahkan tagihan atas nama Xiaojun.

Mata Yangyang menyipit takala menghabiskan sisa Vermouth di gelasnya.

Manis memang, tapi membuat tenggorokanya terasa panas.

Sungguh soda di cup kertas yang di berikan Chris di sirkuit tadi, satu juta kali lebih baik dari pada minuman dengan kadar alkohol yang baru saja ia teguk.

Diliriknya ponsel yang tergeletak di atas meja. Jika tidak ingat ia sedang berada di club, masuk dengan memalsukan identitas, mengenakan insole didalam sepatu kets bersol tebal, baru saja pulang balapan dan membawa mobil sendirian membelah jalanan, ia tentu sudah menyalakannya. Sekedar membuka sosial media, atau mungkin berselancar di ensiklopedia online.

Atau opsi lebih baik, memesan taksi. Karena di jam selarut ini dan ditempat elite yang terisolasi dari hiruk piruk kota, tak ada taksi yang berniat lewat.

Ayolah siapa yang mau membuang bensin hanya untuk melihat apakah daerah elite ini punya penumpang... everyone must have their own vehicle right?

Yangyang kembali meruntuki Xiaojun sambil membuka tutup botol alkohol dihadapanya, menuang ke gelas hingga terisi setengah, atau mungkin seharusnya, Yangyang meruntuki diri sendiri karena kelewat bodoh?

"Halo manis.." Seorang lelaki dengan wajah khas korea, menyapa, mengambil tempat di sebelah Yangyang.

Lelaki dengan kaus putih itu merotasikan kedua matanya. Merasa risih

"Aku sedang menunggu temanku, dan tidak berniat bersenang senang, paham? Jadi enyahlah secepatnya dari sini.."

"Kau sungguh tidak berniat?" Lelaki itu makin merapatkan tubuh, mencoba mendekatkan wajahnya.

"Perkenalkan namaku Moon Taeil" Lanjutnya, memamerkan senyum lebar.

Yang justru membuat pemuda Liu itu semakin jengah.

INterlude [KUNYANG] || Present ; pria bercangkir biruTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang