Drama yang diperankan yunseong dan minhee berakhir sukses. Rating tinggi sejak episode awal, berujung mendapat beberapa penghargaan di acara awards akhir tahun.
Minhee menangis kala memenangkan rookie aktor terbaik, drama pertamanya membawa kebahagiaan.
Semua menyetujui produser dan sutradara menyarankan liburan ke sebuah pulau.
Yunseong dan minhee pelakon utama, berperan sebagai suami istri yang kocak. Semua mengetahui jika minhee menyukai sesama jenis, itu bukan hal tabu lagi. Sedangkan yunseong mengatakan masih 'lurus', terakhir ia berkencang dengan model dan anggota girlgroup ternama. Namun kandas karena kesibukan mereka.
•••
"Tidak bergabung?"
Minhee tersenyum tipis, "kak yunseong duluan saja. Aku belum berganti baju"
"Aku akan menunggu"
"Serius? Aku akan cepat kalo gitu"
Yunseong mengangguk, bersandar di dinding hotel depan pintu kamar minhee. Tak lama, lelaki manis itu keluar dengan setelan formalnya. Mereka lalu berjalan bersama.
"Apa nanti di pesta boleh mabuk-mabukan?"
Yunseong terkekeh, dimata minhee terlihat makin tampan. Sayang sekali yunseong tidak sama sepertinya.
"Tentu saja, managerku bilang akan disediakan berbagai wine kenamaan"
"Woah" seru minhee kagum, lama tak mengunjungi bar.
"Kamu suka minum?"
"Toleransi alkoholku tinggi kak, sebotol kadang belum mabuk. Tapi udah lama nggak minum sih"
"Hebat, aku saja tak bisa lebih dari dua gelas"
Mereka sampai ke ballroom, semu sudah disana. Ada yang berjoget tanpa malu, berfoto, menyantap sajian, paling ramai ya di pojokan, tempat bartender serta minuman sesat berjejer rapi dibelakangnya.
Minhee yunseong saling melirik dan tertawa.
•••
Minhee khawatir, yunseong sudah meminum banyak gelas. Sedangkan pria itu tak cukup kuat menahan kesadaran.
Kepalanya sudah terjatuh ke meja.
"Jibeom-ssi!"
"Ya? Minhee?" Lelaki yang lebih tua darinya itu adalah manager yunseong. Makanya minhee memanggil
"Kak yunseong mabuk"
"Ah-maaf minhee aku dipanggil kesana, bawa saja ke kamarnya ya, terima kasih!"
Minhee berdecak malas, jika yunseong sadar besok ia akan mengadukan kelakuan jibeom.
Susah payah tubuh yunseong ia tarik berdiri, lalu lengan besar si hwang ia rangkulkan ke bahu sempitnya.
"Baiklah minhee, kamu hanya perlu mengantarnya dan kembali kesini menikmati pesta"
Perlu perjuangan sampai yunseong ia baringkan diranjang. Merasa kasihan, minhee juga melepas sepatu dan jas mahal yunseong-tak lupa dasi biru tuanya.
"Minhee?"
"Kamu nggak mabuk kak? Syukurlah"
Minhee tetap melanjutkan menyentuh leher yunseong, melepas lilitan dasi itu. Wajah mereka berdekatan, yunseong mengamati wajah ayu minhee dan sang empu tak menyadarinya.
"Kamu laki-laki, tapi cantik ya"
Minhee menatap mata sayu yunseong, bergetar dan memerah. "Aku hampir merona, ternyata kakak mabuk beneran. Sudah, kakak tidur ya. Aku mau balik turun"
Minhee menepuk pipi kasar yunseong pelan, namun tangannya ditarik hingga tubuhnya menimpa yunseong.
"Kak?!"
"Kenapa balik? Disini aja sama aku"
Minhee menghempas tangan yunseong dari wajahnya, "aku mau. Tapi pasti kakak besok marah kalau kita lakuin itu"
Yunseong tersenyum miring, membalik posisi mereka dalam sekejap membuat minhee berteriak kecil. Memburu bibir minhee dan dilumat habis. Minhee mengerang tertahan, rasa wine dimulut yunseong membuatnya terpancing. Kaki kanannya ia lingkarkan ke pinggul yang lebih tua.
Ciuman berantakan mereka terlepas, minhee mulai melucuti pakaian yunseong dengan tatapan nakalnya. "Yang aku ingat kakak tidak suka lelaki"
Tangan yunseong terarah meremas bongkahan padat minhee, "iya, sebelum ketemu kamu"
Minhee memekik manja saat yunseong menelanjanginya dengan kasar. Sangat terburu dengan batangnya yang sesekali menyundul ke paha minhee.
Yunseong agak ribut bagaimana melakukan foreplay, karena minhee adalah lelaki pertamanya. Dengan pengertian disela hasrat yang membuncah, minhee menuntun sampai yunseong melakukan sesuai nalurinya.
Kaki minhee dibuka lebar-lebar, merasa cukup melakukan pelonggaran maka yunseong mendorong masuk.
Keduanya terengah ketika penis yunseong masuk seluruhnya. Minhee mengusap air matanya yang menetes, sakit sekali karena lubangnya lama tak disapa, semoga tidak lecet.
Mendorong masuk dan keluar dengan teratur sambil menikmati wajah kesakitan minhee. Gigi yunseong bergemelatuk menahan diri agar tak semakin menyakiti yang ditunggangi.
"K-kak, kamu boleh lebih cepat"
"Grhh, minhee"
"Yah! Disitu! Lagi kak!"
Tubuh minhee dihentak kuat lalu ditarik duduk. Yunseong menahan tangan minhee agar tidak ambruk, pinggulnya masih bergerak menuntut.
"Minhee..."
Yunseong klimaks duluan, kepalanya ambruk ke pundak minhee.
"Yak! Aku belum keluar!"
Rasanya ingin menangis saja. Rengekannya berubah desahan saat yunseong mengangkat kepala dan memompa penisnya dengan tangan. Minhee keluar banyak sekali di genggaman yunseong.
•••
Yunseong mengerjapkan mata, kepalanya pusing. Menunduk menemuka kepala minhee tertidur di dadanya.
"Apa? Minhee???"
"Um-kakak udah bangun? Selamat pagi"
Minhee mendongak menatap yunseong penuh puja, jemari lentiknya juga membelai dada telanjang si hwang yang terdapat beberapa tanda keunguan karena ulahnya.
"K-kita melakukan itu?"
"Iya hihihi. Semalem enak banget, makasih kak"
Minhee lalu berbaring lagi ke dada bidang itu, melanjutkan tidur.
"Aku melakukannya? Dengan minhee? Astaga" bergumam pelan, tangan kanannya menepuk kening pelan. Pandangannya teralih ke pundak mulus minhee. Menggoda sekali
"Jika dia bangun nanti, aku akan meminta lagi. Nggak inget rasanya"
Ucap yunseong dengan senyum gila.
.
End
