Bg. 25

1K 93 4
                                        

Happy reading^^

"Enak kan?" Gue senyum.

"Sini," Pak Chanyeol dudukin gue di pahanya.

"Eh, mas!"

"Lagi dong," - Pak Chanyeol.

"Apanya, mas?"

"Pizza," - Pak Chanyeol.

"Mau makan sendiri aja," gue julurin lidah terus lanjut makan.

"Curang ya kamu! Iya udah gak papa, tapi kamu gak boleh turun dari sini" - Pak Chanyeol.

"Remahnya jatoh ke baju kamu," gue nyengir terus lanjut makan.

"Gak papa, bisa dicuci kok" Pak Chanyeol senyum sambil bersihin saos di sudut bibir gue.

"Mas."

"Hm?" - Pak Chanyeol.

"Kamu gak mau cerita soal masa lalu kamu? Aku aja udah kasih tau kamu soal Taeyong."

"Kamu mau tahu?" - Pak Chanyeol.

"Hm, ceritain ya? Aku penasaran," gue senyum.

"Kamu udah siap denger cerita masa lalu aku?" - Pak Chanyeol.

"Hm, ceritain."

"Sebenarnya, aku sudah pernah menikah" - Pak Chanyeol.

"Apa??"

🎹🎹🎹

"Bener gak, Let?" - Haechan.

"......"

"Let!" Haechan nabok lengan gue.

"Aduh sakit! Gak usah pake mukul bisa gak sih?!"

"Ya lagian lo bengong aja! Lo gak dengerin gue kan?? Ngaku lo!" - Haechan.

"Denger kok, sok tau lo!"

"Coba ulang, gue ngomong apaan tadi?" - Haechan.

"I-itu t-tadi lo ngomong soal nilai kan?"

"Salah! Gue ngomong soal acara perpisahan kelas XII nanti," - Haechan.

"Lo kenapa? Ada yang gangguin lo lagi?" - Jaemin.

"Gak papa, gue cuma kurang tidur semalem" gue senyum.

"Jangan boong, mata lo gak nunjukin tanda-tanda kalo lo kurang tidur" - Jaemin.

"Gue."

"Selamat pagi anak-anak!" Pak Chen tiba-tiba masuk sebelum gue lanjutin kalimat gue.

"Bapak ngapain? Kita kan pelajaran olahraga, pak!" - Haechan.

"Saya hanya berkunjung sebentar sebelum masuk di kelas sebelah," - Pak Chen.

"Hilih bapak, bilang aja kangen sama saya" - Haechan.

"Aleta," Pak Chen natap gue.

"Ya, pak?"

"Ada apa? Kenapa kamu diam saja sejak tadi?" - Pak Chen.

"Gak papa pak, saya cuma kurang tidur aja" gue senyum.

"Mau saya antar ke UKS?" - Pak Chen.

"Gak usah, pak makasih. Saya gak papa kok," gue senyum.

"Iya sudah kalau begitu, temui saya kalau kamu butuh sesuatu" - Pak Chen.

"Iya, pak" gue ngangguk.

"Saya permisi dulu, jangan ada yang berkeliaran di luar sampai guru yang mengajar datang" - Pak Chen.

"Baik, pak!"

Kepsek - Park ChanyeolCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang