❝𝐟𝐭. 𝐊𝐢𝐦 𝐃𝐨𝐲𝐨𝐮𝐧𝐠❞
Dara nyaris serangan jantung mendadak ketika kembali dipertemukan dengan Dirga, kakak angkatan Pramukanya semasa SMA di acara Reuni gudep. Gadis itu nyaris serangan jantung bukan karena takut bertemu lagi dengan sosok D...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dara tidak pernah seseharu hari ini, biasanya dia hanya terharu karena keluarganya yang selalu mengingat hari ulang tahunnya. Namun hari ini, hari dimana Noel dilantik menjadi Bintara Polri, Dara rasa ini adalah hari yang benar-benar menyentuh baginya.
Ia tidak pernah melihat Noel menangis seperti saat didepannya saat ini. Dengan tangannya yang memegang buket bunga, Dara hanya bisa tertawa meski dengan air mata melihat Noel yang dari tadi belum berhenti menangis.
"Kamu nangis kenapa sih ? Karena papa mama terlambat nyamperin kamu dilapangan ?" tanya Samuel, namun masih dengan isak tangisnya, Noel menggeleng.
"Dasar bocah, udah ada gaji padahal, masih aja nangis"
"Diem! Mending kamu mikir gimana caranya cepat dapat istri, enggak malu apa sama umur ?"
"Apaan sih bang ? Baru tigapuluhan juga. Lagipula jodoh tu ditangan Tuhan, enggak ada yang tau"
"Jodoh emang ditangan Tuhan om, tapi kalau umur segini belum ada jodoh itu artinya Tuhan udah angkat tangan"
Tara mengalah, berdebat dengan abangnya Samuel dan Dara memang terkadang menguras emosinya. Apalagi jika mereka sudah menyinggung soal jodoh. Untung saja Tara kadang bodo amat, saking bodo amatnya diumur yang sudah hampir kepala empat dia masih belum menikah.
Adventius Altara Warouw, adik bungsu Samuel, umurnya sudah 38 namun belum punya niat menikah. Padahal sudah sangat mapan. Begitulah kira-kira ejekan Dara, Naya dan Noel pada paman mereka.
Namun ketiga bersaudara itu kadang merasa ada untungnya juga Tara belum menikah, mereka jadi sering ditraktir, meski disisi lain juga merasa iba padanya.
Syukur ketiga kakak beradik ini tidak memasang iklan membuka lowongan sugar baby untuk ciwi-ciwi SMA yang sangat mendambakan Tara.
Ketika mereka sibuk pada Noel, Naya malah sama sekali tidak peduli dengan abangnya itu. Gadis kelas tiga SMA itu malah asyik celingak-celinguk sendiri.
"Mata nay, sekolah yang bener" Dara baru saja ingin bertanya, namun urung karena Tara sudah lebih dulu menegur Naya dengan cara menyindir.
"Diem jomblo!"
"Dasar jomblo teriak jomblo" diantara Dara, Naya dan Noel memang hanya Naya yang paling sering berdebat dengan Tara. Kalau Dara biasanya enggan merespon Tara, sementara Noel kerjanya pasti bermain game jika Tara kerumah mereka.
"Hmm ma, aku kesana dulu ya, beli minum" izin Dara pada Anna dan direspon anggukan singkat oleh wanita itu.
"Eh kemana ? Nitip" Dara hendak berjalan namun Tara sudah lebih dulu menahan pergelangannya, alhasil Dara terhuyung sampai hampir terjatuh karena tidak siap. "Ih enggak usah tarik-tarik"