❝𝐟𝐭. 𝐊𝐢𝐦 𝐃𝐨𝐲𝐨𝐮𝐧𝐠❞
Dara nyaris serangan jantung mendadak ketika kembali dipertemukan dengan Dirga, kakak angkatan Pramukanya semasa SMA di acara Reuni gudep. Gadis itu nyaris serangan jantung bukan karena takut bertemu lagi dengan sosok D...
“My height and my feelings for you seem to grow inharmony with one another” - TXT, 20cm
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jonas menatap keheranan pintu rumahnya yang tertutup rapat siang ini, biasanya pintu terbuka lebar namun tidak dengan siang ini. Lelaki itu lantas menghela nafas kecil lalu mulai mencari kunci pintu rumahnya diantara kunci-kunci yang bergantung di gantungan motornya.
Dua kali ia memutar kunci yang sudah masuk kedalam lubang kunci di pintu, pintu rumah itu pun terbuka dan dengan segera Ia masuk lalu menutup kembali pintu rumahnya.
Sambil berjalan ia membuka ponselnya, dugaannya tepat. Dengan cepat Jonas mengecek kalender, tanggal 23. Pantas saja, tanggal dimana mamanya pergi arisan. Setelah mengecek tanggal, lelaki itu lantas pergi kedapur.
Jonas menghela nafas lega ketika mendapati mamanya sudah masak untuk makan siangnya.
Namun sebelum makan ia memilih berbaring terlebih dulu di ruang keluarga rumahnya, meraih ponselnya yang tadi sudah masuk ke dalam saku lalu mencari kontak seseorang untuk ia telefon.
“Halo ca”
.
.
.
▪ What About Us ?▪ .
.
.
“Sa, lo ikut ke kantin ?”
Rossa, gadis itu lantas menoleh ketika Lisa yang tepat berada disampingnya bertanya. Gadis itu mengangguk lalu mengikuti langkah Lisa menuju kantin.
Keduanya sama-sama sedang istirahat makan siang, waktu Koas ini cukup menyita tenaga Rossa. Ia memang sempat mendengar soal Koas yang biasanya lebih berat. Dan memang benar nyata, itu berat, namun Rossa menikmatinya.
“Lo pesen apa ?”
“gue-ah Bi, saya Nasi goreng aja ya, gak usah pedes” pesan Rossa pada Bibi kantin fakultas, “dua bi, minumnya teh es aja” lanjut Lisa. Setelah selesai dengan urusan memesan makanan, keduanya lalu mencari tempat duduk. Kebetulan kantin sedang sepi siang ini.
Tuk
Rossa langsung meletakkan kepalanya diatas meja tanpa menunggu lama, tidak peduli itu meja sudah bersih atau tidak. Dia perlu sandaran yang lain selain bahu hari ini.
TriingTriing
“Hape lo sa”
Rossa sedikit berdecak ketika ponselnya yang berbunyi, kenapa tidak milik Lisa saja. Ia lantas merogoh jas putih yang masih melekat dibadannya lalu meletakkan ponsel tersebut didepan wajahnya.
Dan nama Jonas terpampang secara jelas dan nyata dilayar ponsel berwallpaper foto cantik Rossa. Lagi, Rossa berdecak lagi lalu menggeser layar ponselnya kebawah untuk mengangkat panggilan itu dengan sangat terpaksa.
“Halo Ca ?”
“Lo pasti mau curhat kan makanya telpon gue” diseberang sana Jonas terkekeh, “tau aja lo”
“ya tau lah”
Belasan tahun berteman dengan lelaki itu jelas Rossa tahu seluk beluk dan kebiasaan Jonas, dari kecil mereka tumbuh bersama. Dari TK sampai sekarang Jonas sudah menjadi polisi dan Rossa masih menempuh pendidikan dokter pun persahabatan mereka masih terjalin.
Jonas sebenarnya bukan tipikal orang yang suka menganggu jam kuliah Rossa, hanya saja jika lelaki itu sudah menghubungi dirinya di jam sibuknya maka itu adalah hal yang lumayan penting bagi Jonas.
“lo gak sibuk kan ?” meski Jonas tidak bisa melihat dirinya, Rossa tetap menggeleng, “engga, lagi istirahat”
Tak lama setelah itu, pesanan kedua mahasiswi kedokteran itu datang. Lisa mengkode Rossa bahwa dirinya akan duluan makan dan Rossa mengangguki kode Lisa
“Ca, gue suka sama cewek” pengakuan itu membuat Rossa terdiam sesaat, “gue tebak lagi boleh ?”
“ga usah, pasti bener soalnya- btw gue suka sama dua orang”
Uhuk
“Eh ca, lu gapapa ?” Rossa dengan cepat meminum air miliknya. Sedikit kaget dengan pengakuan Jonas yang menyukai dua orang gadis sekaligus. Gila memang, begitulah batinnya.
“gue lagi makan ya nas, gak usah buat pengakuan aneh-aneh”
“ya mana saya tau, saya kan ikan”
“ya gak usah dua cewek juga kali” kesal Rossa, sesekali gadis itu menyuapkan nasi kedalam mulut karena dirinya tidak punya waktu istirahat yang lama.
“gua tanya nih ya, mendingan suka sama dua cewek atau gua suka sama cowok ?”
Uhuk
Double Kill, Rossa terbatuk untuk kedua kalinya. Lisa lantas menatap teman seperjuangannya itu keheranan. Terus berpikir hal apa yang siapa yang sedang menelpon Rossa hingga gadis it uterus terbatuk selama makan.
“Opsi pertama” jawab Rossa akhirnya. Sebenarnya dia ingin menjawab opsi kedua, namun dia takut juga hal itu benar-benar terjadi pada Jonas.
“Oke, gue mau curhat soal si cewek 1, anggap aja dia Daun”
“yang kedua ulat gitu ?”
“yang kedua itu mawar” sahut Jonas diseberang sana dengan nada gombal, membuat Rossa menjauhkan sedikit ponsel dari telinganya karena jijik.
“Gue udah ngajak si daun pdkt sa” ungkap Jonas, “Lo Gila”
“Kok ?” protes Jonas yang membuat si cantik itu memutar bola matanya malas.
“Dengerin gue dul-”
“iya sayang” potong Jonas cepat, “jijik”
Jonas tak lagi bersuara, Rossa yang sudah selesai makan pun meletakkan sendok miliknya dengan terbalik diatas piring lalu menarik nafasnya pelan sebelum akhirnya memberi petuah kepada sahabatnya itu.
“Lo mau pdkt terus lo bilang kalau lo ngajak dia pdkt, itu sama aja kayak lo ngajak dia pacaran nas. Lo sama si daun jadinya sama-sama sadar kalau kalian lagi pdkt”
“Hm terus ?”
“Gini, ibaratnya. Lo pacaran, kan confess tu, terus putus, berasa gak ?” tanya Rossa serius. “Ya berasa lah ca”
“gitu juga kalau lo pdkt tapi bilang bego, berasa kalau gagal” final Rossa dengan sedikit penekanan. Diseberang sana, Jonas terdiam sesaat.
“Iya ya, lu bener”
“masih ada ?” tanya Rossa lagi, “gak ada ca, btw makasih ya”
Rossa mengangguk mendengar ucapan terimakasih yang barusan Jonas katakan, “iya nas, sama-sama”
“Hm, gue tutup, semangat koasnya cantik”
Tutt
Panggilan ditutup oleh Jonas diseberang sana, Rossa pun lantas menjauh ponsel dari telinganya ketika panggilan itu diakhiri. Sesaat obrolannya dengan Jonas barusan membuat dirinya sedikit merasa sakit.
“Jonas sa ?” Rossa mengangguk samar menjawab pertanyaan Lisa, “Sa, sampai kapan lo mau berlindung dibalik persahabatan lo ?”
Pertanyaan kedua Lisa setelah Rossa selesai menerima ponsel cukup membuat dirinya kembali berpikir tentang apa yang dirasanya selama ini.
Mungkin ini alasan selain ambisinya menjadi dokter Ia terus sendiri dari tujuh tahun lalu. Rossa dan Jonas, Rossa pikir hanya tinggi keduanya yang semakin hari semakin tumbuh. Namun semakin kesini Ia rasa perasaannya pada Jonas juga semakin hari semakin besar.
Belasan bertahun bersama Jonas membuat dirinya sudah menganggap lelaki itu segalanya bagi dirinya. Dia terlalu mengangungkan persahabatan diantara dirinya dan Jonas sampai dia terus menyangkal bahwa ia memang menyayangi Jonas lebih dari status yang ada.
Meski ia benci mengakuinya, namun Lebih dari apapun, Ia menyayangi Jonas. Sangat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tbc
Ada yang pernah suka sama sahabat yang udah sama kita dari kecil ? Kalau ada senasib dong sama Rossa :" Ini salah satu favorite aku, bahkan ngetiknya ampe nangis gara-gara sambil denger lalu alm Mike Sahabat Jadi Cinta
Btw ada yang bisa nebak ini happy ending atau sad ending ? Pengennya happy ada sad nih ?
Siapapun yang punya foto ini aku pinjem yaaa, makasih❤