dua puluh

509 68 2
                                        

“I will stay be your side, will you live in the same place as me ?”
- Stray Kids, I Am You

    “Adaraaa”      Menoleh, itulah yang pertama Dara ketika namanya dipanggil tepat setelah Ia sampai diparkiran Fakultas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

   
“Adaraaa”
    
Menoleh, itulah yang pertama Dara ketika namanya dipanggil tepat setelah Ia sampai diparkiran Fakultas. Sempat mencari siapa yang memanggil dirinya. Namun tak butuh waktu lama baginya untuk mencari sumber suara, seorang perempuan yang Ia yakini setingkat dengannya perlahan berjalan mendekat padanya.
    
“Lo Adara ?” tanyanya yang membuat Dara otomatis mengangguk.
    
“Jauhin Vino!” pintanya tiba-tiba penuh penekanan, membuat Dara terheran sendiri dengan permintaan itu.
    
“Lo kenapa ? Siapa ? Tiba-tiba minta gue jauhin Vino”
    
“Gue Jean! Gue enggak suka! Gara-gara lo, Vino enggak nembak-nembak gue”
    
Jawaban itu membuat Dara menghela nafasnya pelan, jadi itu masalahnya. Dara sangat tahu Vino, lelaki itu tipikal orang yang pemilih. Jangan soal pacar, soal berteman saja dia pilih-pilih.
    
Apalagi jika modelan yang datang tiba-tiba minta Dara menjauhi Vino. Ia yakin pasti Vino yang lebih dulu menjauh dari perempuan ini.
    
“Derita lo! Lagian gue enggak pernah ngelarang Vino pacaran sama siapapun asal lo tau” sahutnya sambil melipat kedua lengannya.
    
“Tsk! Vino selalu menomorsatukan elo, sadar dong lo itu mantan dia” jawab Jean tidak mau kalah. Membuat Dara terdiam sejenak karena pernyataan Jean.
    
“Emang modelan kayak elo Vino tu enggak suka Jean”
    
“Enggak usah sok tau!”
    
“Gue lebih tau Vino daripada lo!”
    
Jika tidak memikirkan ini masih dilingkungan kampus mungkin sudah Dara jambak rambut panjang Jean, apalagi jika melihat keadaan sekitar parkiran dimana ada banyak mahasiswa yang memfokuskan atensi mereka pada Ia dan Jean yang tengah adu mulut.
    
“Lo enggak tau apa-apa mending diem ya Jean, kalau Vino enggak nembak-nembak lo mungkin lo nya aja perlu sadar diri lagi” ucap Dara sarkas. Ini mungkin kelima kali dirinya dilabrak oleh gadis-gadis yang mengaku sedang dekat dengan Vino.
    
Kadang Dara bertanya-tanya sebenarnya apa yang dilakukan Vino hingga pada gadis klepek-klepek pada dirinya.
    
“Lo tu murahan kalau lo ga sadar” ucap Jean tiba-tiba setelah Ia melipat kedua lengannya. Ekspresi Dara pun berubah seketika, bingung. Membuat Jean tersenyum miring melihat raut wajah Dara yang perlahan berubah.
   
“Pacar orang, temennya pacar orang, mantan. Udah ini cowok mana lagi yang lo gaet ? Om-Om ?”
   
Dara benar-benar mendidih sekarang. Perasaannya pun campur aduk mendengar Jean berbicara padanya seperti ini.
   
“Lo enggak tau apa-apa, jadi lo diem aja”
   
“Gue-”
    
“Jean!”
    
Jean, gadis itu langsung menoleh ketika namanya dipanggil, begitupun Dara. Dan tak jauh, keduanya mendapati Vino tengah berjalan menuju ke arah mereka.
    
“Vino ?”
   
“Lo ngapain Dara ?” Jean tertawa tidak percaya mendengar pertanyaan Vino, perlahan Ia pun mendekat pada Vino.

"Vino ? lo masih bela ini pelacur ?” tanya Jean.
   
Dan saat itu juga kesabaran Dara habis, “GUE BUKAN PELACUR!” geramnya lalu maju untuk menggapai rambut Jean.
   
Vino yang panik dengan cepat menarik Dara agar tak kelewatan, ini masih area kampus. Akan jadi masalah jika Dara harus menghadap Dosen hanya karena hal seperti ini.
   
“Ra udah!”
   
Dara mengumpat dalam hati setelah Vino melerai dirinya dan Jean, jika tidak dilingkungan kampus mungkin sudah Dara balas manusia ini.

Dia masih ingat bagaimana susahnya dulu masuk PTN, jadi dia enggan bermasalah dilingkungan kampus.
    
Dengan nafas yang sedikit terengah-engah, Dara lantas Vino tarik lengannya agar sedikit menjauh dari Jean. Selesai dengan Dara, Ia pun lantas mendekati Jean yang terdiam melihat kedatangannya dirinya disitu
    
“Gue udah jelasin sama lo Jean, gue enggak bisa jalani ini lebih jauh sama lo” ujarnya pada teman sekelasnya, membuat Jean menghela nafas tidak percaya pada kata-kata Vino barusan.
    
“Vin gue-”
    
“Dan jangan pernah sangkutpautkan Dara diantara Gue sama Lo, ngerti ?”
    
Sementara tak jauh dari Vino dan Jean masih ada Dara yang diam, masih dengan emosi yang tersisa sambil sesekali memperhatikan perdebatan antara keduanya.
    
Dia masih perlu penjelasan dari Vino setelah ini, ditambah lagi ucapan Jean yang secara tidak langsung membuatnya beranggapan bahwa memang dirinyalah penghambat hubungan Vino dengan yang lain.
    
Apalagi jika mengingat ini sudah kelima kalinya terjadi hal seperti ini. 
    
“Ra ?”
    
Asik melamun, tepukan di kepalanya oleh tangan Vino membuyarkan semuanya. Bahkan keasikan melamun sampai dia tidak sadar bahwa si Jean tadi sudah tidak berada disekitar situ lagi.
    
“Jean bilang apa aja ?” tanya Vino, Dara yang masih melipat kedua tangannya perlahan menghela nafas pelan. 
    
“Kamu pake apa sih Vin buat gaet cewek ? Aku udah lima kali ya dilabrak”
    
“Pake cinta aku mah”
    
“Vino!” sentaknya kecil yang membuat Vino terkekeh. “Maaf, karena aku kamu selalu kena seret”
   
Dara diam, begitupun Vino. Dara sedang enggan berdebat ataupun berbicara saat ini. Kedatangan Jean memang membuatnya berpikir bahwa memang apa yang dikatakan gadis itu semuanya benar.
   
Semua yang keluar dari mulut Jean benar-benar membekas dalam diri Dara, perlahan air mata mulai turun membasahi pipinya. Kata-kata itu terus terngiang dikepala hingga membuatnya tak kuasa menahan tangisnya, dan rasa sakitnya.
   
“Ra”
   
“Aku memang murahan ya Vin ?”
   
Vino paham, kata-kata Jean pasti sangat menyakiti perasaannya. Karena tanpa Dara ketahui Vino mendengar semua perdebatan Ia dan Jean, dari awal.
   
Vino sangat tahu Dara, sedikit saja ada hal menyakiti dirinya maka itu akan terus membekas dalam hatinya. Seperti apapun Ia berkata pada Dara untuk tidak memikirkannya maka itu semakin membuat Dara terus teringat dan memikirkannya.
   
Melihat kunci motor Vario milik Dara yang tergantung bebas membuat Vino dengan cepat mengambilnya dari tangan Dara.
   
“Yuk, Kokumi enak loh ra” ajaknya dengan pesan yang tersirat didalamnya. Namun rupanya itu tidak begitu mempan.
   
“Ra ?”
   
Dara hanya menoleh, tidak menjawab. Bekas air mata yang mengalir juga belum benar-benar terhapus, masih bisa Vino lihat dengan jelas.
   
Perlahan tangan Vino tergerak untuk menangkup kedua pipi Dara, mengarahkan wajah gadis itu agar membalas tatapannya.
   
“Kamu itu bukan murahan, tapi pantas untuk dicintai”

    “Kamu itu bukan murahan, tapi pantas untuk dicintai”

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tbc

Salting sendiri hiks baca ini, rasanya bener-bener engga rela kalau harus misahin Dara sama Vino😭😭😭
Oyaa, aku mau ngucapin selamat tahun baru, semoga di tahun baru ini kita semua selalu diberkati Oleh-nya
Amin
Stay safe <3

Salting sendiri hiks baca ini, rasanya bener-bener engga rela kalau harus misahin Dara sama Vino😭😭😭Oyaa, aku mau ngucapin selamat tahun baru, semoga di tahun baru ini kita semua selalu diberkati Oleh-nyaAminStay safe <3

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jean

Btw bantu aku nandain typo ya, soalnya nama awal Jean tu Stella, terus aku ganti. Makasih

What About Us ? [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang