❝𝐟𝐭. 𝐊𝐢𝐦 𝐃𝐨𝐲𝐨𝐮𝐧𝐠❞
Dara nyaris serangan jantung mendadak ketika kembali dipertemukan dengan Dirga, kakak angkatan Pramukanya semasa SMA di acara Reuni gudep. Gadis itu nyaris serangan jantung bukan karena takut bertemu lagi dengan sosok D...
"Even though I pretend to be fine, I can't hide it" - Twice, Better
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rossa panik bukan main ketika Tia, Ibunda Jonas menelponnya dan mengatakan bahwa Jonas sakit.
Jelas panik, Jonas bukanlah lelaki yang lemah jika terkena hujan langsung pilek ataupun demam. Lelaki itu sakit, itu artinya itu memang menyakiti dirinya, baik fisik maupun mental.
Aneh memang, tapi begitulah Jonas Anggara Cahya dari kecil.
Sekarang, Rossa sudah berada didepan rumah Jonas. Dengan cepat Ia mematikan mesin mobil lali keluar dan segera masuk kedalam rumah.
Santai, rumah Jonas adalah rumah kedua bagi Rossa.
"Oca ?" panggil Tia yang kebetulan sedang menonton diruang keluarga.
"Tante, gimana Jonas ?" tanyanya, "baik, udah mendingan, naik aja keatas, dia dikamar nya" Rossa mengangguk lalu pamit dan dengan cepat menaiki anak tangga. Hingga akhirnya sampai didepan pintu kamar Jonas.
"Jonas ?" perlahan Rossa mendorong pintu kamar, tak ada jawaban. Ia pun mulai mendorong pintu agar terbuka seutuhnya. Hingga kedua matanya menangkap Jonas yang tengah berbaring membelakangi pintu.
Rossa masuk, lalu menutup kembali pintu kamar.
"Jonas"
Masih tidak ada jawaban, Ia lantas menarik sebuah kursi lalu duduk disamping kasur yang Jonas tiduri.
"Ca ?" Jonas menggeliat kecil, Ia terbangun karena merasakan decitan kursi dilantai kamarnya. Dengan gerakan pelan Ia menggapai jemari Rossa yang gadis itu letakkan diatas pahanya.
"Sejak kapan lo jadi manja gini ?" tanya Rossa keheranan, karena bertingkah seperti ini sama sekali bukan seperti Jonas yang dia kenal.
"Justru karena belum pernah makanya gue mau manja-manjaan sama lo" Jonas semakin menarik lengan Rossa lalu memeluk lengan itu, tubuh Rossa perlahan tertarik semakin dekat dengan Jonas.
"Lo kenapa ?"
"Gue gapapa" setelah itu tidak ada lagi percakapan diantara keduanya. Rossa yang bingung harus bagaimana lantas bangkit dan duduk diujung kasur milik Jonas
"Jangan pergi ca... Please"
.
.
.
▪ What About Us ?▪ .
.
.
Menunggu, satu kata yang sangat lazim ditelinga orang-orang, satu kata juga yang bahwa hanya dengan mendengarnya saja sudah dapat dipastikan orang-orang sudah menghela nafas.