lima belas

572 76 0
                                        

“Everything is wrong, I’ve fallen in love with you”
- NCT U, New Love

    Perlahan mata cantik gadis itu membulat sempurna ketika melihat apa yang ada didepannya sekarang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

   
Perlahan mata cantik gadis itu membulat sempurna ketika melihat apa yang ada didepannya sekarang. Lampu sorot, kamera dan berbagai macam alat make up, cermin dan Properti yang baru pertama kali ia temui.
    
Rasa deg-degan pun mulai menjalar dalam dirinya, takut jika keputusannya menyetujui kontrak di sebuah majalah beberapa waktu lalu tidak berbuah manis.
    
“Hai Dara!” sapa seorang fotografer yang Dara kenal dekat, Tenno. Lelaki itu melambai padanya dengan gerakan perlahan.
    
“Lo bisa, gue yakin” kata lelaki itu lagi menyemangati. Membuat Dara tersenyum kikuk. Harapannya pun sama, semoga.
    
Dirinya kembali merasa canggung ketika seorang MUA menariknya untuk duduk didepan cermin dan beragam alat make up yang tersusun rapi disebuah rak.
    
Tak lama, anak matanya pun mulai menatap cermin didepannya. Matanya ikut bergerak ketika beberapa alat make up mulai melukis di wajah cantiknya. Hingga tatapannya yang semula fokus dirinya dicermin bertemu dengan mata lain yang juga menatapnya melalui cermin
    
Perlahan Dara dapat melihat sebuah senyum terukir dari wajah itu. Senyuman manis itu seolah berkata, ‘semangat kamu pasti bisa’.
    
Dara hanya bisa tersenyum membalas sang mantan yang menemani pemotretan pertamanya kali ini.
    
Sementara itu, tak jauh dari mereka ada Tenno yang gemas sendiri melihat keuwuan kedua manusia berbeda gender itu. Sesekali dirinya menahan untuk tidak tersenyum melihat interkasi manis antara Dara dan Vino.
    
Salut juga dengan hubungan keduanya yang masih berjalan baik hingga sekarang.

Tenno kemudian tertawa kecil, membayangkan jika Dirga melihat adegan ini tepat didepan matanya langsung.
    
Dirga ?
    
Ah Dirga!
    
Mengingat Dirga lantas membuat Tenno langsung meraih ponsel yang ia letakkan disaku celananya. Jemarinya dengan mencari riwayat terakhir percakapannya dengan polisi muda itu di via Whatsapp.
    
Dia tersenyum jahil lalu menekan tombol tanda panggilan video di samping nama kontak Dirga didalam riwayat chat mereka.
    
Tak butuh waktu lama panggilan langsung diangkat oleh Dirga. Membuat Tenno merasa semakin semangat
    
Kenapa sih!?” diseberang sana Dirga langsung teriak. “Sans, gue punya sesuatu buat lo” jawab Tenno menenangkan.
    
Apa ?
    
“Sabar boss”
    
Tenno langsung mengganti kamera ponselnya yang semula kamera depan menjadi kamera belakang. Ia semakin merasa menang ketika sukses membuat Dirga yang tengah berbaring langsung terbangun.
    
Setan! Itu Dara ?” 
    
“Yoi”
    
Sama Vino ?

Tenno sedikit menjauh lalu tertawa, “ya, siapa lagi ?”
    
Sial! Gue kalah gercep” umpatnya diseberang sana. Dan lagi-lagi Tenno tertawa. Tak lama ia mengubah panggilan video itu menjadi panggilan suara.
    
Eh, kok lo ganti sih ?” protesnya, Tenno lantas berdecak kecil mendengar protes dari Dirga.
    
“Kenapa ? Lo penasaran ?”
    
IYA! GUE KEPO” sahut Dirga penuh penekananan. “Ah terlanjur
    
“Why ?”
    
Gue mau curhat

.

.

.

▪ What About Us ?▪
.

.

.

    
“Gue mau curhat” 
    
Dirga langsung mengulum bibirnya tepat setelah kelepasan berbicara dengan Tenno di via telepon. “Curhat apa boss ?”
    
Polisi itu diam sejenak, bukan ragu untuk bercerita pada Tenno. Tapi memikirkan kata-kata bagaimana yang dia gunakan akan Tenno tidak menjawabnya dengan tamparan realita
    
Tenno yang selalu ceplas-ceplos kalau berbicara membuat siapapun akan dengan mudah merasa tersinggung dengan apa yang dikatakannya. 
    
Tapi lelaki itu pandai menempatkan diri, dia tidak asal ceplos juga didepannya orang yang belum akrab dengan dirinya.
    
“Hmm, salah enggak sih kalau gue suka sama Dara ?”
    
Enggak
    
“Tapi gue udah punya Dinda ten”
    
DISITU SALAHNYA SETAN!” gas Tenno yang lantas membuat Dirga menjauhkan ponsel dari telinganya.
    
“Santai njir”
    
Kelepasan nying, gua geram soalnya sama lu. Akhirnya lo ngaku juga” Tenno diseberang sana terkekeh. Dirga diam, susah juga bagi dirinya untuk jujur dengan perasaannya sendiri
    
Kita memang bisa mengelak dari orang lain bahwa kita menyukai seseorang, tapi tidak bisa mengelak hal itu dari diri sendiri.
    
Seperti apapun hal itu disangkal, maka disitulah dia semakin bertumbuh.
    
“Ten, lo masih disitu ?”
    
Masih boss
    
“Jadi gue harus gimana ?” 
    
Bukan main, Dirga benar-benar kebingungan sekarang. Bagaimana mungkin satu hati bisa diisi oleh dua orang sekaligus ?
    
Lepasin salah satunya ga, ini sama aja lo nyakitin mereka berdua secara enggak langsung” saran Tenno.
    
“Enggak bisa ten-”
    
Taik! Belum di coba udah bilang enggak bisa, kayak anak SMA ngerjain kimia lu!” cibir Tenno yang geram.
    
Kalau emang enggak bisa seenggaknya lo enggak usah ngasi harapan sama Dara” sarannya lagi yang membuat Dirga kembali berpikir.
    
Tidak memberi harapan ya ?
    
“Okelah, gue coba!”
    
Yaudah gue tutup!”
    
Tutt
    
Menghela nafas kasar, perlahan Dirga kembali berbaring tepat setelah Tenno menutup panggilan. Matanya mengedar ke seluruh langit-langit kamarnya. Namun otaknya terus memikirkan semua kata-kata Tenno barusan
    
Menyakiti, melepaskan, harapan.
    
Perlahan lo itu jadi berharga buat gue Dar

      “Perlahan lo itu jadi berharga buat gue Dar”

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tbc

Selamat memasuki bulan desember
Apa kabarnya ? Semoga sehat selalu ya semuanya :"
Makasih masih mau baca ff ini, pokoknya makasih banget
Sehat selalu reader-readerkuu

What About Us ? [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang