Bismillah..., Hai semuanya aku update lagi. Yeiyyy gak lama kan?
Kuylah vote dan spam komen part ini🔥
Siapa tuh Binvea? Untuk menjawab rasa penasaran kalian kuy langsung dibaca, aku harap masih seru, kalian suka dan senang.
Karena kebahagian seorang penulis adalah karyanya dihargai dan membuat pembacanya senang dan lebih bahagia lagi kalau karyanya bermanfaat untuk banyak orang:)❤✨
Budayakan vote dan spam komen yah:"
"Kenapa gue harus cemburu coba? Kalau jodoh Alhamdulillah kalau gak yaudah. Gak usah khawatir karena jodoh udah diatur sama Allah SWT."
~~~Langit Arkana~~~
💎Happy reading 💎
Semua orang tampak bahagia setelah turun dari bus, semuanya sudah sampai di hutan untuk praktek pembelajaran mereka hari ini. Tidak butuh waktu yang lama untuk sampai ditempat ini, hanya butuh 20 menit saja sudah sampai.
"Alah dekat rupanya, kalau kayak gini bagus gue jalan kaki! Daripada pengap-pengap dibus. Panas pula!" Keluh Elang.
"Dasar bus murahan," lanjutnya sembari merapikan rambutnya di kaca jendela bus yang ia bilang murahan tadi.
"Emangnya lo kuat jalan kaki?" tanya Langit.
"Gue kan Elang bukan kaleng-kaleng!" Tukas Elang gak terima di remehin, padahal Langit hanya bertanya.
"Ya santai dong lo! Gak usah ngegas!" Suara Langit meninggi.
Galang pusing menghadapi kedua sahabatnya ini, mau tidak mau Galang harus menyudahi pertengkaran yang baru saja dimulai.
"Udah sih we, baru juga nyampe! lo berdua udah pada ribut gak didalam bus gak diluar sama aja tetap ribut lo berdua," ucap Galang menenangkan.
Akhirnya Langit dan Elang diam. Ucapan Galang tidak sia-sia dan semua juga untuk kebaikan bersama.
Semua orang masuk ke dalam hutan dibawah bimbingan Bu Ratna. Hutan ini bukan hutan rimba ataupun belantaran tetapi hutan ini emang khusus buat anak sekolahan untuk praktek pelajaran tentang alam.
"Oke, karena Ibu sendiri disini jadi kalian harus dengar yang Ibu bilang dan jangan ngeyel!"
"Ya si Ibu emangnya kita anak-anak apa? Pake dinasehati jangan ngeyel segala," ucap Elang. Disaat semua orang menjawab 'baik bu' tetapi hanya jawabannya saja yang berbeda.
"Ibu hanya memperingatkan terutama sama kamu!" ucap Bu Ratna ngegas dan menunjuk kearah Elang membuat semua orang ketawa termasuk Langit.
"Kualat lo karna kelahi sama gue tadi," ucap Langit dengan ketawa yang tiada usai.
Tekanan ucapan Bu Ratna membuat nyali Elang menciut apalagi ditambah dengan ucapan Langit barusan.
"Di kelas IPA 1 ada 15 orang dan di IPA 2 ada 15 orang juga, jadi 30 orang. Semuanya ikut Ibu! Karena Ibu akan menjelaskan tentang pelajaran kita hari ini! paham semuanya!?" Tegas Bu Ratna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bening
Teen Fiction[ Wajib Follow akun Author sebelum membaca❤] Gadis sederhana berasal dari kampung yang pergi dan menempuh pendidikan di ibu kota. ia pergi ke kota karena amanat yang diberikan ibunya sebelum beliau meninggal, dan juga ada sesuatu yang harus ditemuk...
