13; Dekatreís

3.2K 390 40
                                        

Coment yang banyak ya💚



















































🐰

Kamar Nana termasuk kedalam ruangan kamar yang paling luas diantara banyak kamar tamu dan kosong lainnya, bahkan lebih luas dari kamar ayahnya. Ditembok sisi sebrang ranjang disamping set sofa creme terdapat rak buku yang menjulang tinggi yang membuat siapapun yang ingin mengambil buku dibagian itu harus menaiki tangga stool kecil terlebih dahulu. Nana memang sedikit nakal, tetapi dia mempunyai hobi lain selain balapan dan bela diri, yaitu membaca. Rhea aja sampai sedikit terharu, karena ternyata dibalik sifatnya Nana yang suka seenaknya itu dia suka membaca buku. Sayangnya yang Nana suka bukan buku pelajaran, melainkam komik atau novel.

Nana bahkan mempunyai banyak buku yang masih berbahasa Inggris alias belum diterjemahkan, seperti; Harry Potter and the Sorcerer’s Stone yang merupakan buku pertama dari serial tersebut. Ada juga The Lightning Thief yang merupakan buku pertama dari Percy Jackson & The Olympians. Lalu Nana juga mempunyai My Sister’s Keeper yang membuatnya sedikit miris jika mengingat tujuan seorang gadis dilahirkan hanya untuk kakaknya, Nana sempat berpikir 'Untung gue anak tunggal'.

Selama ini Nana membaca itu semua sebagai buku kesayangannya, tetapi akhir-akhir ini, Nana mengambil sebuah buku yang merupakan buku salah beli waktu itu, dia salah mengambil buku tersebut karena buru-buru, warna sampul yang sama dengan buku yang dia maksud membuat kesalahan tak bisa ditahan, Nana sempat akan memberikannya pada oranglain, namun urung karena buku tersebut berbahasa Inggris, mau dikasih kesiapa emangnya? Belum tentu ada yang paham, jadi dia menyimpannya dengan baik di rak paling atas. Buku itu kini sudah Nana selesai baca, entah mengapa dia justru menjadikan buku tersebut menjadi buku favoritnya. Buku dengan judul “The Fault in Our Stars” karya 'John Green' yang menceritakan kisah Hazel, seorang gadis yang mengidap penyakit kanker yang menyebabkan kemanapun ia pergi harus membawa tabung oksigen untuk bernapas.

Andai saja posisi Nana juga seperti Hazel, Ibu dari gadis itu mengetahui apa yang membuatnya sakit, Nana hanya bisa berandai-andai untuk saat ini, meski itu hanya akan menyakiti.

Brak

Pintu terbuka lebar.

"Nala!!" Juno meletakkan map ke meja dengan sedikit membantingnya membuat Nana yang masih sibuk mengurus darah mimisannya didekat meja belajar itu terlonjak.

"Nala!! Kenapa kamu—astaga darah" Juno lalu mendekati anak itu untuk membantunya.

Tangan Juno sampai gemeteran kala memgambil tissue dan memberikannya pada Nana, lalu setelahnya Nana mengurus dirinya sendiri di kamar mandi membuatnya harus menunggu, Juno menunggu dengan gelisah didepan pintu kamar mandi yang terkunci rapat.

"Nala cepat keluar!!"

Tidak lama kemudian Nana keluar, wajah remaja itu sudah segar, kemungkinan besar sudah mencuci wajahnya, rambut yang beberapa waktu lalu dia mewarnainya menjadi hitam legam itu juga sedikit basah adalah apa yang Juno lihat ketika pintu terbuka.

Nana hanya memutar bola matanya lalu berjalan melewati Juno untuk duduk pada sofa, matanya menangkap sebuah map yang tadi dilempar Juno "Itu apaan?"

Juno menghela napas lelah lalu berjalan mendekati Nana dan duduk di single sofa disamping Nana, matanya juga menatap pada map coklat itu, detik selanjutnya dia kembali menghela napas "Itu data yang aku dapat dari rumah sakit"

"Sam? Lo disuruh sama Papa buat cari tahu tentang Sam?"

Juno menggeleng "Itu atas nama Kamajaya Nala Lakeswara Adiwalga" Juno menatap Nana tajam "Kenapa kamu sembunyiin?" tanyanya sangat dingin membuat Nana bergedik sekaligus kaget.

ÁRROSTOS Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang