25; Eíkosi Pénte

5.8K 382 137
                                        

Coment yang banyak ya 💚






















🐰

Bang, Nala udah nggak ada

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Bang, Nala udah nggak ada.

Pukul 9 pagi ketika Jevano baru saja menyelesaikan mandinya, cowok itu duduk di meja makan dimana sudah ada sarapan untuknya, juga Papa yang tengah mengaduk kopi didapur. Jevano tidak berniat lancang dengan membuka pesan dari ponsel ayahnya ketika tiba-tiba nama Jeffrey yang muncul sebagai oknum dibalik pesan yang masuk pagi ini. Jika pesan tersebut bukan dari Jeff pasti Jevano tak akan sekepo itu.

Cukup enam bulan yang lalu ketika dirinya tak sempat bertemu dengan Nana karena kejadian kecelakaan yang menyebabkan dirinya telat sampai di bandara membuat diri Jevano merasa bersalah hingga nyaris nekat memesan tiket untuk menyusul Nana kesana, tetapi gagal karena Theo menelpon Jeff untuk vidio call dengan Nana. Itu terakhir kalinya Jevano melihat wajah Nana karena selama ini Jeff seolah menyembunyikan anaknya dari dunia, hilang tanpa jejak, bahkan Jeff sendiri tak pernah bisa dihubungi.

Tidak ada yang tahu apa yang terjadi disana, bagaimana kondisi Nana, apakah Nana berada dirumah sakit atau dirumah, atau apakah hubungan Jeff dan Nala telah baik-baik saja, atau apakah Jeff bisa mengurus semuanya sendirian.

Tidak ada yang tahu selain fakta jika Jeffrey telah menikah dengan Rosé satu bulan setelah kepindahannya kesana lalu wanita itu kembali ke Indonesia karena pekerjaan yang tidak bisa ditinggal sebab terikat kontrak. Ingin menemui Ibu sambung Nana tersebut untuk meminta kabar, tetapi sulit bagi semua orang untuk menemui model seperti Rosé yang bisa saja pagi sarapan di Thailand, siangnya di Dubai, dan pipisnya di China lalu makan malam di Rawa Itik. Wanita itu memang mengaku hanya mempunyai kafe didekat sini sebagai pekerjaannya. Tetapi itu hanya sampingannya saja karena kafe tersebut dikelola putranya yang masih berstatus sebagai mahasiswa.

Hari itu tanggal 14, Februari. Hari dimana banyak manusia menamakannya hari kasih sayang yang akan banyak pasangan memberikan cokelat pada yang terkasih. Hari itu pula hari dimana Adiwalga mendapatkan putra. Sebenarnya Jevano ingin sekali tak percaya pada pesan yang Jeff kirimkan dihari ulangtahunnya, Jevano masih berpikir jika itu prank dari yang ulangtahun.

Tetapi kenyataan menyeret Jevano pada kepahitan ketika Jeff kembali mengirim pesan yang berbunyi; Tolong kirim doanya.

Jevano tidak tahu kapan terakhir kali dia menangis, mungkin bertahun-tahun silam ketika hari Ibu saat dirinya masih berseragam merah putih karena ia tak bisa seperti anak lain yang mengirim surat untuk Mama mereka masing-masing. Ketika hari itu tiba pasti Jevano menangis. Atau ketika dirinya kena marah Papa karena menginginkan Kinder Joy ketika sedang sakit gigi, Jevano tidak tahu persis kapan dia menangis sebab ia merasa jika kesedihan tak harus diluapkan dengan air mata, ada kalanya kesedihan diluapkan dengan cara berdiam mencoba mencerna apa yang terjadi dan apa langkah selanjutnya. Tetapi tanpa Jevano sadari, caranya menyambut kesedihan tersebut membuat dirinya menjadi pribadi yang dingin dan tak mudah bergaul dengan orang.

ÁRROSTOS Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang