15; Dekapénte

3.4K 375 38
                                        

Coment yang banyak ya💚



















































🐰

"Kenapa lo?"

Nana menghela napas lelah "Sam kapan bangun ya, Jen?"

"Lo dari rumah sakit?" tanya Haekal mewakili kedua temannya yang lain.

Nana bangun dari posisinya menjadi duduk, dia kemudian menatap satu per satu sahabatnya yang tengah duduk di sofa sedang bermain game bertiga. "Udah lama banget, bokap gue makin nglunjak gimana?"

"Bentar-bentar, ini gue bunuh diri dulu" Haekal mencoba membunuh hero-nya sendiri lalu meletakkan ponselnya, begitu juga dengan dua temannya.

"Nglunjak gimana?" tanya Jevano pada Nana yang kini sudah duduk di single sofa di samping mereka.

"Semakin lama Papa nanggung biaya rumah sakit, semakin banyak kemauan dia ke gue nanti"

"Mana Nala yang suka nglunjak ke bokapnya?" Haekal terkekeh kala menyahut seperti itu.

"Kali ini gue lemah, Kal"

"Hah???"

Nah, keceplosan tuh nggak enak. Nana seketika gelagapan mencari topik lain "Itu,,, tentang Rhea"

"Hah??"

"Gue jadi budaknya dia sekarang"

"Hah??"

Nana melongos "Sebenarnya tuh orang bukam orang biasa"

"Maksud lo, dia anaknya Wonder Woman?"

"Bukan, cucunya Voldemort" sahut Reno kesal sambil melemparkan kulit kacang pada wajah Haekal. Sementara Jevano tak acuh, dia terlihat santai saja.

"Mau dengarin nggak sih??"

"Iye,,, Ndoro, waktu dan tempat dipersilahkan" Haekal dan Reno bersamaan menyahut dengan nada sesopan mungkin yang mereka bisa, soalnya Nana ini anaknya ambekan banget, kalau menurutnya nggak sesuai dengan ekspektasinya, mood bisa langsung anjlok kayak harga cabai.

"Karena gue kalah waktu itu, dia minta gue buat nurutin apa yang dia mau selama sebulan penuh"

"Terus?"

"Ya gue laki, jadi harus tanggung jawab"

"Terus?"

"Sebenarnya,,, Rhea itu pindah ke Milenial karena ada sesuatu, bukan alasan yang dia bilang kalau bokapnya pindah."

"Hah? Terus?"

Jevano berdecak, dia melirik kedua manusia yang dari tadi kompak melulu perasaan "Nabrak" sahutnya agak galak.

"Lah ini tuyul satu ngapain sih, kok lo santai gitu, udah tahu sesuatu nih pasti. Lo kok gitu sih, Na. Pilih kasih"

"Terserah"

"Bajing bener nih bocah, Nana nggak jadi cerita kan!!"

Haekal nyengir dengan dua jari dia acungkan "Hehe,,, Damai, Ren"

"Kalian mending pulang!"

"Ngusir?" tanya Reno, Jevano, dan Haekal barengan yang diangguki oleh Nana.

*

"Ini obatnya"

Nana melirik Juno yang memberikan beberapa butir obat yang diletakkan pada piring kecil disampingnya. Baiklah, Juno udah menganggap Nana sekarat. Namun Nana tak membantah, dia meminumnya dengan baik membuat Juno sedikit tersenyum.

ÁRROSTOS Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang