21; Eíkosi Éna

3.7K 403 143
                                        

Coment yang banyak ya🐰 (Kalau bisa 150, hihihi)

⚠ Ini panjang banget, 2300++ word. Minta sorry kalau banyak typo 🍑
















































































🐰

"Panas, Bang"

Derry meraih tissue untuk mengelap peluh yang membanjiri wajah adiknya "Bentar lagi lo dipindahin keruangan rawatnya, sabar"

Haekal rasanya mau nangis "Kok dirawat? Nggak mau" rengeknya membuat Derry menghela napas, dia sudah menduga jika adiknya itu pasti menolak, tapi kata dokter Haekal harus dirawat karena demamnya samgat tinggi maag Haekal juga kambuh, takut malah kejang atau step dirumah malah bikin Derry panik karena orangtua mereka masih di Palembang urusan kerjaan.

"Bibir lo sampai pecah-pecah berdarah gitu, Kal. Takutnya dirumah malah kenapa-napa, sehari aja paling nggak sampai demamnya turun"

Kalau Derry bertitah dengan nada halus udah kayak Kakak beneran gini, Haekal bisa apa selain nurut, takut-takut malah digampar atau yang lebih parah justru malah nggak diperhatikan lagi alias dicuekin sama Abangnya. Dari dulu Derry selalu begitu 'Kalau mau sembuh ya nurut, kalau nggak ya terserah, Abang nggak ngrasain sakitnya, kamu sendiri yang kesakitan' itu cukup bikin Haekal nurut.

"Dirawat ya? Abang tungguin deh kalau lo takut, ntar pas disuntik terus takut, biar gue beliin balon Spider Man"

Haekal cemberut "Ada syaratnya"

Derry melongos "Apa? Mau gue pake dress Rapunzel lagi?"

Haekal sedikit terkekeh, ingat dulu dia pernah meminta kakaknya untuk melakukan hal gila pas dia sakit supaya mau dibawa kedokter, karena Derry ini Abang yang sayang adek, maka demi Haekal mau dibawa ke dokter buat periksa, dia rela jadi laki-laki jadi-jadian. Anak itu lalu menggeleng "Kamarnya disamain sama kamar Nana" ujarnya.

"Emangnya Nana mau satu ruangan sama lo?"

"Yaudah nggak-"

"Iyaaaa Ya Tuhan, bentar biar gue ngomong sama Om Jeff sama Dokter"

Haekal nyengir "Sayang deh, muach"

Derry bergedik "Amit amit jabang bayi, tungguin!"

"Iyaaa,,, sono buruan!"

"Nyuruh??!"

***

"Udah"

"Baru aja dua suapan, itupun tadi kalau nggak Tante paksa pasti nggak nyampe"

"Tapi udah kenyang beneran" Nana kalau merengek persis seperti anak kecil.

"Yaudah, Nala maunya apa?"

"Bobo"

"Iiih bikin gemes tau kamu tuh. Yaudah bobo gih, mau Tante kelonin?"

"Mau"

"Eh,,," Rosé kira Nana bakalan menolak, lah kok ternyata!

"Kan Tante yang nawarin" lanjut Nana bikin Rosé terdiam.

Akhirnya, Rosé dengan telaten mengusap dahi cowok itu dengan lembut, besok Nana terjadwal melakukan kemoterapi yang selama ini dia jalani diam-diam yang membuat satu sampai dua rambut ikut tertarik tangan Rosé ketika dia mengelusnya.

ÁRROSTOS Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang