Sifra Williams
“No. Lanjutkan.”
Ketika tangan Taehyung menuju ke vaginaku, saat itu juga, kami mendengar suara Mama yang berteriak, “TAETAE, SIFRA, SARAPANNYA SUDAH SELESAI. CEPAT KELUAR!”
Taehyung pun menjauh, lalu dia mengumpat. “Shit.”
Aku terkekeh. “I told you, di sini tidak bisa. Ada Mama dan Papa.” Kudorong Taehyung menuju pintu kamarku dan aku membuka kuncinya. “Kau keluar dan temui Mama, aku pakai bajuku dulu, ya.”
“But wait.” Katanya, kemudian dia menarik daguku dan mengecup bibirku. “Cepat pakai bajumu.”
Setelah Taehyung keluar, aku segera mengunci pintuku dan memakai bajuku dengan sangat cepat. Lalu, aku memoles sedikit wajahku dan memakai parfum agar wangi.
Aku keluar dari kamar sesudah semuanya rapih dan aku menuju ke meja makan.
Taehyung sedang berbincang dengan Papa, sementara Mama mengambilkan makanan untuk Taehyung.
“Jadi, rencana setelah lulus kuliah, kau akan melakukan apa, Taetae?” Papa bertanya.
“Saya ingin menikahi Sifra, kalau Om dan Tante menyetujui.”
Mendengar itu, Mama, Papa, juga aku ikut terkejut. Dengan segera kupukul pundak Taehyung.
Aku duduk di sebelahnya dan kucubit bisepnya sembari mengatakan, “Sembarang saja kalau bicara.”
Papa mendeham. “Tapi Om sudah memiliki calon suami untuk Sifra,”
Astaga, Papa. Kenapa harus membahas itu di depan Taehyung sekarang?
“Siapa?” Taehyung bertanya.
“Cha Eunwoo.”
Raut wajah Taehyung pun berubah menjadi kesal setelah mendengar nama itu. Aduh, Papa, kenapa harus mengatakan hal itu saat ada Taehyung?!
Taehyung meneguk salivanya. “Kenapa Cha Eunwoo?”
“Karena mereka sudah dekat. Om tahu bagaimana sifat Eunwoo. Dia selalu menjaga Sifra dari pria jahat, jadi tentu saja Om merestui mereka untuk menikah.”
“But I will take better care of her, too. I will never hurt her.” Ujar Taehyung.
“Mari kita lihat nanti.”
Mama mendecak, “Sudah, sudah. Jangan bicarakan itu. Sifra juga masih muda dan dia ingin mencari pekerjaan terlebih dahulu. Jadi, tidak boleh menikah.”
Aku menganggukkan kepalaku. “Mama benar. Aku juga belum siap untuk menikah.”
Kami pun sarapan bersama layaknya keluarga. Taehyung terus mencari topik yang menarik untuk dibahas bersama Papa. Well, mungkin dia mencoba mengambil hati Papa.
Sementara Mama juga terus memberikan makanan pada Taehyung dan hal itu membuatku iri. Mama tidak pernah melakukan itu padaku.
“Taehyung, ditambah lagi makanannya. Ayo, habiskan. Mama memasak semuanya untuk Taehyung.”
Dan Mama selalu marah kalau aku menghabiskan makanan. Pasti Mama akan bilang: Sifra, kau itu wanita, jadi kau harus menjaga tubuhmu. Jangan terlalu besar. Pria tidak suka wanita bertubuh besar.
