Chapter 26: Last Night, Did We?

2.8K 201 37
                                        

Jeon Jungkook

Ketika Sifra menahan tanganku dan memintaku untuk tidak meninggalkannya, aku hampir gila. Karena dia hanya memakai bra dan celana pendek saja. Kalau dia tidak mabuk, maka aku akan menerkamnya.

Well, tapi sayangnya, meski dia tidak mabuk, aku tidak akan bisa menerkamnya juga. She has a boyfriend. She is off-limits.

“Aku tidak bisa, Sifra. Kau tidur saja, ya. Kau mabuk sekali.”

“Tidak mau. Aku ingin kau di sini.”

“Sif—”

Dia pun menarik tanganku dan mendorongku ke ranjang. Lalu, dia naik ke atas tubuhku.

Percayalah, dalam jarak sedekat ini, aku bisa melihat dadanya. Aku menahan diri untuk tidak menyentuhnya atau menaruh wajahku di sana.

Fuck. Hormonku menggila sekarang.

Sifra menaruh tangannya di rambutku dan dia meremasnya. “Jungkook,”

“Ya?”

Dia mendekat dan dia mengecup bibirku. Kemudian dia tersenyum. “Bibirmu lembut. Aku suka.”

Aku ikut tersenyum. “Bibirmu juga.”

“You wanna kiss me again?”

Aku mengangguk. “Yes.”

Kali ini, aku yang maju lebih dulu dan aku mencium bibirnya. Kemudian, aku bertanya, “Bagaimana?”

“Lembut. Manis. Kiss me again.”

Kucium lagi bibirnya, dan aku kembali bertanya. “Bagaimana?”

“Better than before. You are a good kisser.” Katanya. “Kiss me again,”

Dan aku kembali mencium bibirnya. Kali ini lebih dalam dan lebih kasar. Sifra meremas rambutku, sedangkan aku meremas pinggangnya.

Kurasakan penisku mengeras. Ah, astaga, ini sangat tidak baik.

Aku harus segera menjauhkan diriku darinya.

Well, tapi aku tidak bisa. Meski sebenarnya ini tidak boleh, tapi aku juga pria. Aku punya hormon. Terlebih aku tertarik padanya. Hell, bahkan aku mencintainya.

Saat diberi kesempatan untuk menciumnya seperti ini, apakah aku akan melewatkannya? Tentu saja tidak.

Walau ini salah, biarkanlah ini menjadi kesalahan yang harus aku tanggung. Dan aku yakin Sifra akan menyesal di pagi hari nanti. But I want this. I want her. So bad.

Selagi menciumku, Sifra beralih untuk melepaskan bra nya. Dengan segera, aku membantunya. Lalu, aku meremas payudaranya ketika bra nya sudah terlepas.

Oh, fuck. Rasanya begitu lembut dan halus ketika aku memegangnya. Tidak terlalu besar, namun aku suka.

Kulepaskan ciuman kami, kemudian aku mencium payudaranya.

Sifra mendesah. “Oh my!”

Kugunakan mulutku untuk menghisap payudaranya, dan meremas payudara lainnya dengan satu tanganku.

Aku jadi membayangkan. Apakah Taehyung pernah menyentuhnya sejauh ini? Apakah Taehyung pernah merasakan bagaimana mencium Sifra, merasakan payudaranya, atau bahkan melakukan seks dengannya?

Entahlah, aku tidak tahu. Tapi kurasa iya.

Payudaranya sangat membuatku kecanduan sehingga aku tidak ingin melepaskannya. Namun, ketika tangan Sifra beralih menyentuh penisku, di situ aku berhenti dan aku menahan tangannya.

MY DOSEN, MY BOYFRIENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang